x

Luput dari Pandangan, Trik Licik India Bongkar Konsentrasi Ahsan dan Kevin di Final Piala Thomas

Senin, 16 Mei 2022 12:42 WIB
Penulis: Agung Wicaksono | Editor: Indra Citra Sena
Pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dalam ajang Japan Open 2019 di Chofu, Jepang. Shi Tang/Getty Images

INDOSPORT.COM - Kejutan datang dari laga kedua final Piala Thomas 2022 antara ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, melawan pasangan Indonesia.

Sebelum pertandingan, wakil pertama Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting lebih dulu terjungkal atas tunggal putra India, Lakshya Sen secara rubber game dengan skor 21-8, 17-21 dan 16-21.

Baca Juga

Kedua pebulutangkis tim Piala Thomas Indonesia sepertinya tampil buruk. Terlihat baik Ginting yang bermain pertama dan Mohammad Ahsan/Kevin Sukamuljo tampil buruk di pertandingan kedua.

Mereka gagal menyumbang poin di dua partai awal melawan underdog, India, dalam partai puncak Piala Thomas 2022 yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Minggu (15/5/22) siang.

Sebenarnya Ahsan dan Kevin cukup mengendalikan permainan dua babak awal, bahkan di set kedua, tim Piala Thomas Indonesia hampir saja menang andai pengembalian shuttlecock Ahsan gagal menyeberang.

Baca Juga

Padahal di gim kedua, pasangan ganda India sempat tertinggal lima angka lebih sebelum akhirnya bisa mengejar. Hal ini tentu jadi indikasi konsentrasi Mohammad Ahsan/Kevin Sukamuljo menurun.

Pecahnya konsentrasi kedua ganda 'dadakan' Indonesia siang ini disinyalir sebagai salah satu sebab mereka dapat terkejar hingga akhirnya menyerah di tangan ganda India.

Selain itu, di pinggir lapangan ada pelatih ganda India asal Denmark, Mathias Boe mantan pebulutangkis yang kerap menjadi rival Ahsan maupun Kevin semasa aktif bermain.

Baca Juga

Lantaran hal tersebut, tentu tak mengherankan jika ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty berhasil membongkar pertahanan Indonesia dengan cara 'licik' meski kerap tertinggal lebih dulu.

Namun kemenangan ganda putra India di partai kedua ini meninggalkan jejak kontroversial. Hal ini tentu mendapat sorotan dari fans bulutangkis tim Indonesia yang geram melihat permainan ganda putra India.


1. Buyarkan Konsentrasi Ahsan/Kevin

Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo di laga Final Thomas Cup 2022. Foto: PBSI

Melihat permainan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo tentu tak akan menyangka bahwa keduanya akan kalah di set kedua dan ketiga.

Catatan Ahsan dan Kevin bahkan lebih baik dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty meski pasangan ganda Indonesia itu merupakan ganda 'dadakan' yang baru dipasangkan tahun ini.

Baca Juga

Kendati demikian, Ahsan yang sebelumnya berpasangan dengan Hendra Setiawan serta Kevin Sanjaya bersama Marcus Gideon itu tetap tampil mengesankan di sepanjang gelaran Piala Thomas di Bangkok, Thailand.

Bahkan di babak Final lalu, Ahsan/Kevin juga terlihat menikmati permainan, terlihat ketika mereka berhasil mendominasi set pertama dan kedua sebelum ganda India memainkan teatrikal di lapangan.

Ganda putra India, Rankireddy/Shetty begitu piawai memainan sandiwara di tengah pertandingan. Trik licik seperti 'kiliing time' diperagakan dengan sempurna di pertengahan set kedua.

Baca Juga

Benar saja fokus Ahsan/Kevin terpecah di akhir set kedua, meski sempat memimpin jauh mereka justru kembali disudutkan oleh ganda India sebelum akhirnya menyerah  dengan skor 21-23 memaksa pertandingan ke rubber game.

Ada beberapa trik licik pasangan India, pertama kedua pemain ganda putra India ini kerap 'bisik-bisik' tak jelas tengah pertandingan. Mereka dengan sengaja memancing kesabaran Ahsan/Kevin.

Hal kedua tentu saja gerakan khas Mathias Boe yang kembali terlihat dalam pasangan ganda putra India. Baik Rankireddy/Shetty kerap menggoyang-goyangkan badan ke kanan-kiri sebelum melakukan servis.

Baca Juga

Terakhir, tentu saja gimik menggosok-gosok lapangan dengan sepatu mereka jadi gerakan favorit pasangan ganda putra India di Final Piala Thomas lalu. Bahkan Shetty hingga diberikan kartu kuning oleh umpire.

Ketiga cara di atas terbukti berhasil memecah fokus Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya, terlihat kedua pemain Indonesia sering terburu-buru yang membuat beberapa shuttlecock mati di daerahya sendiri.


2. Anthony Ginting Minta Maaf ke Kento Momota

Anthony Sinisuka Ginting bersalaman dengan Kento Momota

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil mengalahkan tunggal terbaik kedua asal Jepang, Kento Momota dalam pertandingan rubber game.

Berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Thailand pada Jumat (13/5/22), kedua pebulutangkis ini memang kerap bertemu. Sebelum tadi malam, Kento Momota unggul jauh atas Anthony Ginting.

Sebanyak 15 kali keduanya pernah bentrok di lapangan. Pertemuan pertama terjadi pada 2015 dalam ajang Indonesia Open, tepatnya perempat Final dan saat itu Ginting harus mengakui keunggulan Momota dengan straight game.

Kemudian pertemuan terakhir kedua pebulutangkis terjadi pada 2019, ketika MomoGi, sebutan bagi kedua pebulutangkis dari badminton lovers bertemu di ajang World Tours Finals.

Itulah pertemuan ke-16 bagi keduanya. Ginting sukses memangkas jarak, sehingga kedudukan keduanya masih di skor 11-6 untuk keunggulan Kento Momota.

Baca selengkapnya: Anthony Ginting Minta Maaf ke Kento Momota di Tengah Pertandingan, Ada Apa?

Mohammad AhsanPiala ThomasIndonesiaKevin SanjayaIndiaMathias BoeAnthony GintingBulutangkisSatwiksairaj Rankireddy/Chirag ShettyBerita BulutangkisChirag ShettyMohammad Ahsan/Kevin Sanjaya

Berita Terkini