x

Jonatan Christie Tersandung Cedera Parah di 3 Turnamen Eropa, Ajang Terkutuk?

Minggu, 30 Oktober 2022 10:32 WIB
Penulis: Martini | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie di French Open 2022. (Foto: PBSI)

INDOSPORT.COM - Pebulutangkis Jonatan Christie lagi-lagi tersandung cedera parah di French Open 2022. Benarkah turnamen Eropa membawa kutukan bagi sang atlet?

Sebagaimana diketahui, turnamen French Open 2022 baru saja mencapai babak final. Namun, tidak ada satu pun wakil Indonesia yang bisa melenggang ke partai puncak.

Baca Juga

Bahkan, pemain unggulan seperti Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, serta Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pun tumbang di babak awal turnamen French Open 2022.

Sedangkan unggulan sektor tunggal putra, Jonatan Christie akhirnya ikut tumbang di babak perempat final, saat bertanding di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Prancis.

Bertanding melawan Kodai Naraoka, Jumat (27/10/22), Jonatan Christie mampu melaju ke set ketiga, tetapi ia mengalami cedera engkel yang membuatnya harus mundur.

Baca Juga

Kodai Naraoka melaju ke semifinal French Open 2022 dengan keunggulan 14-21, 21-14, 17-13 atas wakil Indonesia, Jonatan Christie.

Kekalahan ini menambah panjang daftar kegagalan Jonatan Christie di turnamen Eropa, dan alasan cedera selalu menjadi penyebab utama ia gagal meraih medali.

Banyak yang menduga jika turnamen Eropa memiliki 'kutukan' terhadap atlet Indonesia. Bahkan, atlet tunggal terakhir yang meraih emas di French Open ialah Taufik Hidayat.

Baca Juga

Taufik Hidayat terakhir kali menyabet medali emas pada French Open 2010, itu lebih dari satu dekade lalu. Belum ada wakil tunggal putra Indonesia yang bisa memutusnya.

Berikut INDOSPORT merangkum tiga cedera fatal yang telah menimpa Jonatan Christie di Eropa, seolah menjadi kutukan.


1. 1. Kejuaraan Dunia 2019

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil melangkah ke semifinal French Open 2019 setelah menghentikan perlawanan unggulan keempat dari Denmark, Anders Antonsen, di Paris Coubertin Stadium, Jumat (24/10/19).

Susah payah menembus Kejuaraan Dunia 2019, mengalahkan pesaing dari Indonesia hingga menyingkirkan negara lain, Jonatan Christie akhirnya mundur karena cedera.

Dalam pertandingan di St. Jakobshalle, Swiss, Jumat (23/8/19), Jonatan dijegal Sai Praneeth (India) lewat dua game langsung. Ia menyerah 22-24, 14-21, dalam 51 menit.

Baca Juga

Pada babak perempat final Kejuaraan Dunia 2019, Jonatan Christie mengaku sudah tak sanggup bermain karena cedera engkel.

Cedera engkel itu sejatinya didapatkan Jonatan saat ia tampil di Indonesia Open 2019. Kemudian, cedera itu kambuh dua hari menjelang terbang ke Basel, Swiss.

Dengan mundurnya Jonatan Christie di Kejuaraan Dunia 2019, Indonesia nihil gelar di sektor tunggal putra. Terkahir kali medali emas didapat Taufik Hidayat di tahun 2005.

Baca Juga

2. Denmark Open 2021

Turnamen Denmark Open juga dirumorkan memiliki 'kutukan', sebab jarang sekali atlet Indonesia yang bisa naik podium tertinggi.

Jonatan Christie, misalnya, harus mundur di babak perempat final Denmark Open 2021 karena lagi-lagi alasan cedera. Hanya saja kini ia menderita cedera pinggang serius.

Jonatan Christie gagal melaju ke semifinal Denmark Open 2021 setelah ia tak mampu menyelesaikan duel melawan atlet Jepang, Kento Momota, dengan skor 13-21, 0-15.

Baca Juga

Kala itu Jonatan mengaku sakit di bagian pinggang sudah ia rasakan sejak mengikuti Piala Thomas 2021 di Denmark, satu pekan sebelumnya. Lagi-lagi ia mundur di Eropa.

Wakil tunggal putra Indonesia terakhir yang bisa menyabet medali emas adalah Simon Santoso, di edisi Denmark Open 2009 lalu.


2. 3. French Open 2022

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Foto: PBSI

Turnamen French Open 2022 menjadi kutukan berikutnya bagi Jonatan Christie. Lagi-lagi di babak perempat final, ia harus mundur karena mengalami cedera engkel.

Susah payah membawa ke game ketiga, Jonatan Christie akhirnya menyerah dari perlawanan atlet Jepang, Kodai Naraoka.

Dalam pertandingan yang berlangsung 1 jam 18 menit, pebulutangkis 25 tahun itu memutuskan retired saat kedudukan mencapai skor 14-21, 21-14, 17-13.

Naasnya, lantaran dituduh mengulur-ulur waktu, Jonatan Christie diganjar dengan kartu kuning oleh wasit, sehingga ia harus membayar uang denda yang tidak sedikit.

Apalagi, saat ditarik menggunakan kursi roda, Jonatan Christie justru terjengkang dan jadi sorotan dunia. Nasibnya memang tak pernah bagus saat berlaga di Eropa.

Jonatan ChristieCederaIn Depth SportsFrench OpenDenmark OpenBulutangkisKejuaraan Dunia Bulutangkis 2019Berita BulutangkisDenmark Open 2021French Open 2022

Berita Terkini