☰
x

Profil Rony Agustinus, Rival Taufik Hidayat yang Kini Dibajak Jadi Pelatih Korea Selatan

Sabtu, 5 November 2022 12:55 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
Rony Agustinus (kanan), pelatih bulutangkis Indonesia yang resmi direkrut sebagai pelatih tunggal putra Korea Selatan.

INDOSPORT.COM - Berikut profil Rony Agustinus, rival Taufik Hidayat di sektor bulutangkis tunggal putra era 1990-an. Dia kini resmi dibajak untuk menjadi pelatih di Korea Selatan.

Sebagaimana diketahui, pebulutangkis jebolan Indonesia yang sudah memutuskan pensiun, kerap kali menjadi bidikan negara lain untuk ditempatkan sebagai pelatih.

Baca Juga

Beberapa negara seperti India, Thailand, Malaysia, bahkan pemain profesional dari Guatemala pun mengandalkan pelatih asal Indonesia, sampai menembus Olimpiade.

Belakangan, tersiar kabar jika mantan atlet tunggal putra Indonesia, Rony Agustinus telah dibajak Korea Selatan, untuk ikut membenahi bulutangkis di Negeri Ginseng.

Siapa sebenarnya Rony Agustinus? Berikut INDOSPORT mengulas profil sang pelatih.

Baca Juga

1. Atlet Berprestasi, Pesaing Taufik Hidayat

Rony Agustinus adalah atlet tunggal putra berprestasi pada masanya. Ia pernah naik podium World Junior Championship 1996.

Rony terjun di SEA Games 1999 dan 2001. Ia meraih medali emas (beregu) dan perunggu (single) di 1999, juga medali perak (beregu) dan perunggu di 2001.

Rony Agustinus berkontribusi meraih medali perak Asian Games 2002 (beregu), hingga salah satu pencapaian terbaiknya adalah medali emas Thomas Cup 2002 (beregu).

Baca Juga

Pada Kejuaraan Asia 2000 yang berlangsung di Jakarta, Rony menciptakan All Indonesia Finals sektor tunggal putra. Sayangnya, ia harus mengakui keunggulan Taufik Hidayat.

Kala itu, Rony bermain pantang menyerah sampai deuce 17-14, tetapi di game kedua, Taufik Hidayat comeback dan menang 2-15, lalu di babak rubber, Taufik pun unggul 3-15.


1. 2. Langsung Berkarier Sebagai Pelatih

Pebulutangkis Korea Selatan, Heo Kwang-hee yang menjadi anak didik Rony Agustinus.

Setelah resmi pensiun, Rony Agustinus memutuskan untuk menjadi pelatih. Ia merupakan salah satu staf pelatih Pelatnas PBSI sejak 2008 hingga 2012.

Saat itu, Rony memegang sektor tunggal putra dan tunggal putri. Beberapa anak didiknya ialah Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Hayom Rumbaka, dsb.

Baca Juga

Namun, di 2013, Rony Agustinus pun dikembalikan ke klub, sebab kontraknya tak diperpanjang. Malaysia mencium hal itu dan langsung mempekerjakan Rony di tim junior.

"Rony adalah pemain terbaik kedua di Indonesia setelah Taufik Hidayat pada 1995 sebelum ia pensiun," ungkap Sekretaris BAM, Ng Chin Chai kala itu.

Baca Juga

Rony menjabat sebagai pelatih di Malaysia hingga 2018. Setelah itu, ia mencoba tantangan baru dengan menjadi pelatih di timnas Vietnam, sejak 2019.

Namun, ketika pandemi Covid-19 merebak di 2021, Rony Agustinus memutuskan untuk pulang ke Tanah Air. Memasuki 2022, Rony mendapat panggilan ke Korea.

Baca Juga

Rony sudah tiba di Korea pada Agustus lalu, dan mendampingi para pemain muda tunggal putra. Ia segera dipermanenkan oleh federasi bulutangkis Korea Selatan.

Rony Agustinus ditantang untuk menaikkan ranking para pemain tunggal muda Korea Selatan, seperti Heo Kwang-hee (ranking 35) dan juga Jeon Hyeok-jin (ranking 85).


2. 3. Terima Tawaran Korea Selatan

Rony Agustinus (kanan), pelatih bulutangkis Indonesia.

Rony Agustinus mengaku siap menerima tawaran untuk menjabat sebagai pelatih kepala tunggal putra bulutangkis Korea Selatan.

"Memang benar saya disuruh untuk menjadi pelatih tunggal putra tim nasional Korea Selatan. Baru dikasih tahu juga," ungkap Rony via Jawa Pos.

"Sebab, ada perubahan struktur kepelatihan di tim nasional Korea. Soal rencana ke depan, planning, dan lain-lain, masih belum bisa saya ceritakan secara detail, baru minggu depan meeting," ujar pelatih berusia 44 tahun itu.

Korea SelatanAsosiasi Bulutangkis KoreaTaufik HidayatIn Depth SportsprofilBulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini