x

Digadang Jadi Pelatih Selepas Pensiun, Goh Liu Ying Malah Beri Jawaban Tak Terduga

Selasa, 28 Februari 2023 13:15 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Legenda bulutangkis Malaysia, Goh Liu Ying, memberi jawaban tak terduga saat ditanya rencananya menjadi pelatih selepas gantung raket akhir tahun lalu.

INDOSPORT.COM – Legenda bulutangkis Malaysia, Goh Liu Ying, memberi jawaban tak terduga saat ditanya rencananya menjadi pelatih selepas gantung raket akhir tahun lalu.

Goh Liu Ying mengungkapkan rencananya soal kans menjadi pelatih saat hadir sebagai bintang tamu di acara podcast PB Ina Jebreet Media TV oleh Debby Susanto dan Andrei Adistia, Senin (27/02/23) kemarin.

Seperti diketahui, Goh Liu Ying resmi gantung raket pada Januari 2023 kemarin, setelah 15 tahun berkarier di dunia bulutangkis.

Pada akhir-akhir kariernya, Goh kerap menjadi pelatih ‘dadakan’ dengan menemani para juniornya di tepi lapangan tiap kali bertanding.

Banyak penggemar menduga Goh Liu Ying akan mencoba beralih profesi sebagai pelatih bulutangkis selepas pensiun.

Baca Juga

Namun peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 tersebut mengatakan jadi pelatih masih jauh dari angannya saat ini.

“Mungkin untuk 1 sampai 2 tahun belum ada (rencana menjadi pelatih), saya mau istirahat dulu, menjauhkan diri (dari bulutangkis),” kata Goh Liu Ying.

Baca Juga

Goh Liu Ying mengungkapkan alasan mengapa dirinya tidak mau terburu-buru menjadi pelatih. Yakni, Goh tidak ingin merasakan tekanan yang sama seperti saat dia masih jadi pemain dulunya.

“Sebab menjadi coach itu tekanan juga, kalau saya baca (di media) atlet kalau kalah (pelatih juga merasakan) tekanan sangat besar,” terang Goh.

Meski tidak menjadi pelatih untuk sekarang ini, namun Goh Liu Ying masih sangat terbuka untuk berbagi ilmu dengan para juniornya terkait olahraga tepok bulu ini.

Baca Juga

1. Goh Liu Ying Masih Rajin Berbagi Ilmu ke Juniornya

Chan Peng Soon/goh Liu Ying, pebulutangkis Malaysia di Olimpiade Tokyo 2020.

Hal tersebut diungkapkan Goh Liu Ying saat ditanya oleh Debby Susanto kemungkinan dirinya pernah diminta berbagi ilmu ke para junior jelang All England 2023.

Kebetulan, pekan depan serangkana turnamen Eropa akan dimulai. Dimulai dengan German Open, All England, Swiss Open, Spain Masters dan Orleans Masters.

“(Saya) sering ditelepon junior melalui telepon, karena saya sudah jarang muncul di (tempat) latihan, jadi mereka tanya lewat telepon,” lanjut Goh.

Dengan dirinya kini memiliki waktu bebas lebih banyak selepas pensiun, kegiatan Goh Liu Ying sejatinya juga tidak pernah jauh-jauh dari olahraga yang telah membesarkan namanya itu.

Belakangan, Goh tengah sibuk mempersiapkan sebuah turnamen ekshibisi sekaligus memperkenalkan format pertandingan Triple Badminton (3 lawan 3) di Malaysia.

Baca Juga

Hal tersebut pernah dia ungkapkan sebelum menggelar acara yang berlangsung di lapangan bulutangkis Megah Rise pada 25 Februari kemarin.

“3-on-3 merupakan hal yang luar biasa di China. Saya seharusnya mengikuti pertandingan ekshibisi di sana beberapa tahun lalu, tetapi gagal terwujud karena COVID-19,” kata Goh Liu Ying.

“Saya ingin memulainya di sini. Pemain nasional terbiasa dengan format ini seperti yang kami gunakan selama latihan, tetapi ini pertama kalinya kami mencobanya dalam sebuah kompetisi,” terangnya.

Baca Juga

Goh Liu Ying, yang kini berusia 33 tahun, memenangkan medali perak Olimpiade Rio 2016 bersama Chan Peng Soon, merupakan salah satu ganda campuran terbaik di negara tersebut.

Selama menjadi pasangan, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying mencatatkan total 12 gelar sejak dipasangkan pada 2008 silam, termasuk Juara Asia 2010 dan Jepang Terbuka 2012.

Terbaru, Goh Liu Ying resmi mendapatkan penghargaan dari Malaysia Book of Records (MBOR) karena menjadi peraih medali pertama atlet wanita Malaysia di turnamen Olimpiade, meski kalah dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Baca Juga

Sumber: Podcast PB Ina Jebreet Media TV

MalaysiaDebby SusantoChan Peng Soon/Goh Liu YingGoh Liu YingBulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini