Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat terpaksa mengambil jalur hukum terkait kepindahan atlet renang Glen Victor Susanto dan Ressa Kania Dewi yang kini membela Jawa Timur.
Hal itu diungkapkan langsung Ketua Bidang Hukum dan Advokasi KONI Jabar, Agus Sihombing saat ditemui di sela-sela acara silaturahmi KONI Jabar di Bumi Adipura, Gedebage Bandung
Menurut Agus, kepindahan Glen dan Ressa dari Jabar ke Jatim tidak melalui proses mutasi yang benar. Sehingga pihaknya terpaksa akan menempuh jalur hukum.
"Mereka (Glen dan Ressa) pindah karena ada oknum mafia atlet. Baik di dalam kepengurusan Pengprov PRSI Jabar maupun di luar. Kita akan tempuh jalur hukum untuk keduanya," tegas Agus.
Agus mengatakan pihaknya akan mengajukan kasus mutasi kedua atlet tersebut ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI).
Sehingga lanjut dia, mafia atlet yang diduga telah memberikan keleluasaan kepada dua atet renang andalannya tersebut untuk pindah ke provinsi lain akan mendapatkan sanksi.
"Kasus ini tak jauh berbeda dengan kasus yang menimpa pecatur kita Irena Kharisma Sukandar beberapa waktu lalu yang juga pindah ke Jatim, dan kita berhasil memenangkannya,” kata Agus.
“Untuk pengurus atau orang dalam akan ada sanksi sosial sehingga dia tidak lagi bisa menjadi pengurus di cabang olahraga," lanjut ia.
Sementara untuk sanksi yang akan diberikan kepada kedua atlet yang awalnya akan dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 mendatang, KONI Jabar pun akan memberikan skorsing.
Dengan begitu, kedua atlet tersebut, baik Glen maupun Ressa tidak dapat memperkuat Jabar maupun daerah lainnya pada PON 2016 nanti.
"Ini jadi pelajaran bagi semua atlet. Kami persilakan kalau mereka mau pindah, namun harus melalui prosedur yang benar. Dan sanksi yang kami terapkan salah satunya karena ketidakdisiplinan mereka,” ujar Agus.
“Keduanya kan sudah mendapat insentif bulanan hingga kini, tapi tidak melaksanakan kewajibannya sebagai atlet yakni berlatih karena sudah pindah ke Jatim. Kalau untuk kompensasi berapa mereka pindah, kita tidak akan beberkan sekarang," tutup Agus.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PRSI Jabar, Boyke Mulyana memastikan kepindahan dua atlet andalannya tersebut tidak melibatkan orang dalam atau pengurus PRSI Jabar.