Piala AFF 2012

Suporter Indonesia Dipukuli

Kamis, 29 November 2012 11:16 WIB
Editor: Staff Penulis Indosport.com
 Copyright:

Indonesia memenangi pertandingan melawan Singapura di Piala AFF dengan skor 1-0 berkat gol Andik Vermansah. Kemenangan ini menjaga peluang Indonesia di Grup B.

Namun di luar stadion terjadi peristiwa yang tak baik. Seusai pertandingan, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) mengalami pemukulan oleh suporter Malaysia yang justru tidak bertanding.

“Korban pemukulan adalah Sagir Alva, Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) wilayah Malaysia, sewaktu berbicara dengan media di luar stadion," kata Suryana Sastradiredja.

Selaku Kepada Bidang Penerangan, Sosial, Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Suryana mengatakan korban mengalami pemukulan saat berbincang dengan rekan-rekannya.

Korban saat berbincang dengan wartawan mendengar orang ramai berteriak di belakangnya. Ternyata mereka adalah segerombolan suporter Malaysia. Salah seorang dari gerombolan mendekati korban dan langsung memukul wajah dan telinga.

Khawatir mendapat perlakuan lebih buruk, korban menjauh. Korban tidak sempat mengidentifikasi pelaku dan sudah melapor ke kepolisian setempat.

Sagir Alva mengaku mengalami pemukulan di bagian hidung dan telinga. Sagir sedang menghampiri reporter televisi Indonesia untuk mengundang meliput pertandingan futsal persahabatan antara pemuda Indonesia dan Malaysia.

"Tak jauh dari tempat kami berbicara di sekitar tempat penjualan tiket di luar stadion ada suara ribut-ribut dari suporter Malaysia. Mereka mengusir kami yang sedang berbincang-bincang," kata Sagir.

Merasa tidak mengganggu suporter, Alva dan sejumlah teman bertahan di lokasi. Tiba-tiba seorang dari suporter Malaysia melayangkan dua pukulan ke wajah Sagir.

"Saya kena pukul di hidung dan telinga," jelas Sagir.

Aksi pemukulan oleh suporter Malaysia merembet ke sejumlah penonton asal Indonesia. Sejumlah penonton Indonesia mengalami pemukulan di bagian perut dan wajah.

KBRI menyarankan Alva membuat surat pengaduan ke Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kementerian Dalam Negeri Malaysia, Kementerian Belia dan Sukan, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) serta KBRI di Malaysia.