Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin langsung memerintah kelompok massa di Jakarta di bawah pimpinan Abdurrahman Assegaf untuk menjaga kantor PSSI.
"Saya datang ke sini atas permintaan langsung Djohar Arifin Husin. PSSI meminta kepada saya untuk menjaga kantor PSSI," kata Abdurrahman Assegaf di Kantor PSSI, Senin sore.
Abdurrahman mengatakan kantor PSSI merupakan fasilitas negara milik pemerintah.
"Tindakan mengambil hak milik orang lain, seharusnya tidak boleh dilakukan. Ini kantor PSSI, bukan KPSI. Jadi harus diselesaikan dengan cara yang bermartabat," tegas Assegaf.
Dia berdalih mau melaksanakan permintaan Djohar sebagai antisipasi menyusul hasil Kongres KPSI.
Kongres KPSI mengamanatkan kepada La Nyalla Mahmud Matalitti untuk mengambil alih tanggung jawab hukum dan finansial PSSI. Alasan KPSI, para pemilik suara tidak lagi mengakui kepengurusan Djohar.
Kongres juga mengamanatkan pengurus KPSI segera menjalankan organisasi dan berkantor di kantor PSSI pintu X dan XI Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Aparat kepolisian juga melakukan pengamanan. Tiga unit patko Kepolisian Sektor Tanah Abang dan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Polda Metro Jaya siaga di sekitar kantor PSSI sejak pukul 14.00 WIB.