Pelaksana tugas Menteri Pemuda dan Olahraga Agung Laksono menyerahkan persoalan sepakbola nasional kepada FIFA. Agung menyatakan, pemerintah ingin menghindari sanksi lebih berat dari FIFA.
Berbicara di Jakarta, Senin (10/12), Plt Menpora mengatakan, Pemerintah tidak menekan dua belah pihak yang bertikai agar FIFA tidak menganggap negara turut-campur kepengurusan organisasi sepakbola.
FIFA mengancam anggotanya dengan sanksi pembekuan bila pemerintah mengintervensi organisasi induk sepakbola. Namun sepakbola Indonesia membutuhkan tekanan pemerintah untuk melerai pihak yang bertikai.
Dengan sikap pemerintah, Indonesia makin dekat dengan sanksi dari FIFA. Hingga kini, KPSI dan PSSI sebagai permasalahan dualisme, tetap tidak mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan.
KPSI dan PSSI seharusnya melaksanakan nota kesepahaman (MoU) yang dicapai lewat pertemuan Joint Committee (JC) dan Task Force AFC dan FIFA di Kuala Lumpur, September 2012.
MoU menginstruksikan PSSI dan KPSI menggelar kongres luar biasa (KLB) paling lambat Senin (10/12). Hingga tenggat waktu, PSSI dan KPSI saling klaim sebagai pihak yang berhak menggelar KLB.
Menurut MOU, peserta KLB ialah para pemilik suara yang hadir di KLB Solo Juli 2011. Namun PSSI ingin melakukan verifikasi terhadap peserta KLB Solo yang tidak mendapat kesepakatan dari kelompok KPSI.
Ketaksepakatan mendorong masing-masing pihak menggelar KLB. PSSI menjalankan Kongres di Palangkaraya tanpa peserta KLB Solo yang sebagian adalah anggota KPSI.
KPSI menyelenggarakan kongres sendiri di Hotel Sultan, Jakarta.
"Jika dua kongres tidak sesuai isi dan semangat MoU Kuala Lumpur 2012, penilaian keabsahan dan hasil kongres itu diserahkan kepada FIFA selaku organisasi tertinggi persepakbolaan dunia," kata Agung.
Pemerintah berusaha memenuhi permintaan FIFA untuk menyelesaikan masalah organisasi sepakbola Indonesia. Namun pemerintah tidak dalam kapasitas melarang ataupun mendukung salah satu kubu.
"Penyelesaian dualisme kami serahkan kepada kedua pihak yang bersikukuh dengan keputusan masing-masing," jelas Laksono.