AFC Sesalkan Pembatalan MoU

FIFA Pelajari Laporan PSSI

Kamis, 13 Desember 2012 16:59 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Delegasi PSSI mendatangi petinggi FIFA di Tokyo, Kamis (13/12), menjelang rapat Komite Eksekutif FIFA, Jumat besok. Kedatangan PSSI untuk merayu FIFA agar tidak menghukum Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Halim Mahfudz mengklaim FIFA menerima dan akan mempelajari, termasuk laporan hasil Kongres Luar Biasa di Palangkaraya.

"Laporan tersebut diterima dan sedang dipelajari untuk dipahami mengenai hasil kongres Palangkaraya dan juga kehadiran peserta peserta Kongres Solo," kata Halim lewat pesan singkat, Kamis (13/12).

FIFA membatas 10 Desember kepada Indonesia untuk menyelesaikan konflik. Kegagalan memenuhi target membuat Indonesia tinggal menunggu keputusan rapat Komite Eksekutif.

FIFA tak bisa menerima fakta terjadi dua kongres pada tanggal batas waktu tersebut. PSSI menggelar kongres di Palangkaraya dan KPSI berkongres di sebuah hotel di Jakarta.

Sebagai perpanjangan tangan FIFA di Asia, AFC menyesalkan langkah PSSI membatalkan nota kesepahaman atau MoU yang merupakan kesepakatan bersama KPSI saat pertemuan di Kuala Lumpur.

Sekjen AFC Alex Soosay mengatakan AFC berusaha membantu Indonesia tidak mendapat sanksi FIFA dengan menyelesaikan konflik, namun usaha mereka gagal karena PSSI membatalkan MoU.

"Kami ingin membantu karena Indonesia memiliki potensi besar dalam sepakbola. Kita juga membicarakan sekitar 200 juta masyarakat Indonesia,” kata Soosay.

"Sangat mengecewakan MoU dibatalkan karena itu satu-satunya cara untuk menyatukan Indonesia dalam satu payung," tambah Sosay.