Krisis 2012 masih meninggalkan bekas di Real Madrid. Tertinggal 16 poin dari Barcelona, juara bertahan berusaha mengejar harapan sambil harus mengatasi berbagai persoalan.
Hingga pekan 17, Real tersendat di peringkat 3. Los Blancos kurang 7 poin untuk menyamai tetangga, Atlético Madrid, yang menguntit Barcelona dari urutan 2 tabel peringkat.
Kendala tersebar di semua titik. Di baris depan, Mourinho sulit mengandalkan Karim Benzema yang membuat hanya 4 gol dari 14 pertandingan selama Gonzalo Higuaín belum pulih dari cedera.
Di wilayah tengah, Mou tidak tahu menetapkan pasukan reguler. Mesut Özil, Luka Modri? dan Kaká punya peluang sama untuk bermain sebagai playmaker atau penyokong gelandang tengah.
Di garis belakang, lima pemain tak bisa memperkuat pertahanan. Tiga bek absen lantaran cedera, yakni Pepe, Marcelo dan Raúl Albiol. Fábio Coentrão kena sanksi klub karena mangkir latihan.
Sergio Ramos mengalami masalah lain. Bek tim nasional Spanyol yang juga kapten kedua Real Madrid tak boleh main karena menjalani akumulasi hukuman kartu kuning.
Tanpa Ramos, siapa jadi pemimpin tim? Dalam hierarkhi Madrid, Marcelo dan Higuaín berada di urutan 3 dan 4, serta Kaká di antrean berikut. Kenapa tidak kembali ke kapten utama?
Iker Casillas kini jadi teka-teki di gawang Real Madrid. Kiper dan kapten tim nasional Spanyol kehilangan tempat inti pada laga terakhir Los Merengues pada 2012 saat kalah 2-3 di Málaga.
Andai Casillas, Ramos, Marcelo, Higuaín dan Kaká tidak tampil sebagai starter, siapa jadi kapten? Apakah Mourinho berencana mendorong Cristiano Ronaldo sebagai pemimpin baru?
Kehadiran Cristiano di konferensi pers bisa jadi isyarat. “Hal penting ialah menang dan bersatau, tim dan juga fans,” buka Ronaldo saat menanggapi tanyaan tentang situasi Madrid.
“Liga berlangsung ketat. Tapi secara matematik, kami masih mungkin untuk menang. Kami harus jaga kepercayaan ini sampai akhir musim meski seperti berjuang mendaki puncak bukit.”