Musim 2012-2013 merupakan episode awal Eden Hazard di Chelsea. Edisi sama bisa berupa ujung kisah Frank Lampard, wakil kapten yang mau pamit setelah selusin tahun di Stamford Bridge.
Ke mana The Lamp akan melanjutkan sinarnya? Pemakai nomor 8 merahasiakan rencananya. Lampard hanya fokus memberi trofi sebagai tongkat estafet bagi generasi anyar The Blues.
Satu dari beberapa awak baru Chelsea ialah Eden Hazard. Tiba pada awal kompetisi, Hazard jadi pemain inti. Selama paruh pertama musim, hanya dia dan Fernando Torres selalu tampil.
Hazard kini seolah Duta Belgia di Chelsea. Peran dan permainannya menerbitkan gagasan di kepala Roman Abramovich untuk menyatukan dia dengan kompatriotnya, Marouane Fellaini.
Pada hari kelahirannya yang ke-22, 07 Januari 2013, Hazard mendapat perintah dari pemilik chelsea. Dia menerima tugas dari Abramovich untuk membujuk Fellaini agar pindah dari Everton.
Jika terwujud, The Blues akan memiliki dua gelandang serang berbahaya. Fellaini bermain lebih ke depan sebagai goal-getter dari wilayah tengah. Hazard ialah penyayat yang bekerja dari sayap.
Kalau datang, si kriwil Fellaini bisa menggantikan tugas Lampard yang menempati urutan kedua top scorer abadi Chelsea dengan 193 gol. Bila batal, The Blues akan memaksimalkan Eden Hazard.
Para pengkritik menyebut, Hazard tidak punya sifat petarung seperti Lampard. Tapi gaya mantan pemain Lille yang lebih lembut justru merupakan ancaman yang acap luput dari pengamatan.
Sesuai namanya, pemakai nomor 17 ialah paradoks di Chelsea. Eden bermain indah bagai surga Aden, tapi Hazard mengalirkan bahaya tak terlihat. Eden Hazard ibarat “Bahaya dari Surga”.