Perang Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dengan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) melahirkan dua kompetisi. Liga Super di bawah KPSI dan PSSI dengan Liga Primer.
Keberadaan dua kompetisi dan perselisihan lain membuat Indonesia dalam pengawasan Badan Sepakbola Dunia (FIFA). Rapat Komite Eksekutif FIFA di Tokyo, 14 Desember 2012, memerintah AFC ke Indonesia.
"Mereka berangkat dari Zurich dan mungkin akan tiba besok sore," kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, Rabu (09/01).
Djohar memastikan kunjungan rombongan AFC hanya sehari di Indonesia. Kemungkinan besar AFC akan mengirim pelaksana tugas Presiden AFC Zhang Jilong dan Sekretaris Jenderal Alex Soosay.
"Mereka hanya sehari di sini. Jadi, saya tak tahu agenda lain. Tetapi kalau tidak salah, mereka juga akan bertemu Komite Olimpiade Indonesia (KOI)," jelas Djohar.
PSSI telah menyusun agenda pertemuan dengan AFC. Salah satu agenda adalah memaparkan perkembangan konflik yang terjadi dalam persepakbolaan Tanah Air.
“Sebenarnya mereka sudah mengetahui langkah yang kami lakukan. Sekarang kami memaparkan perkembangan kondisinya saja,” tegas Arifin.
KPSI Beberkan Semua
KPSI juga sudah menanti kedatangan AFC. KPSI malah telah menyiapkan berbagai hal, termasuk untuk menjelaskan akar permasalahan dan kondisi terkini.
Togar Manahan Nero yang baru saja menjabat sebagai sekjen KPSI mengklaim pihaknya sudah memiliki jadwal pertemuan dengan AFC di Gedung KOI pada pukul 15.00.
Kepada AFC, KPSI akan menjelaskan secara rinci perjalanan terbentuknya KPSI (PSSI Hasil KLB Ancol) hingga hal-hal yang telah dilakukan.