Internazionale Milano mengalami krisis karena mengutip hanya 1 poin dari tiga laga Liga Italia. Inter bahkan kalah 0-3 di Udinese sepekan sebelum menerima tim promosi Pescara pada giornata 20.
Keadaan kian buruk karena dua bek, Andrea Ranocchia dan Juan Jesus, kena sanksi. Bek lain, Walter Samuel dan Yuto Nagatomo, cedera bersama Dejan Stankovic, Luca Castellazzi, Ricky Alvarez.
Diego Milito, Walter Gargano, Gaby Mudingayi dan MacDonald Mariga pun duduk sebagai cadangan. Maka pelatih muda Andrea Stramaccioni memberi debut untuk remaja 18 tahun, Marco Benassi.
Di tribun, Marco Verratti datang dari Paris Saint-Germain untuk menyaksikan bekas timnya tanding. Wesley Sneijder pun hanya menonton karena sedang proses negosiasi dengan Galatasaray, Turki.
Debut di Serie A hampir sempurna untuk Benassi. Dengan serangan balik, dia bekerja sama dengan Fredy Guarín dan Rodrigo Palacio menyerbu lawan tapi Palacio belum berhasil membuat gol.
Keberhasilan baru tiba setelah laga memasuki masa setengah jam. Palacio memanfaatkan bola dari pasangannya, Antonio Cassano, dan bebalik badan untuk meledakkan gol pertamanya sejak November 2012.
Palacio pula menjadi inspirator gol kedua pada babak kedua. Membawa bola dari Jonathan, striker Argentina mengecoh bek Pescara sebelum mengangsurkan umpan silang enak untuk Guarín.
Setelah unggul 2-0, Stramaccioni mengganti para pembuat dan perancang gol. Pelatih Inter menukar Cassano dengan pemain baru, striker veteran dan mantan kapten Lazio, Tommaso Rocchi, menit 68.
Sepuluh menit kemudian, Guarín keluar dan memberi tempatnya kepada Mudingayi yang baru pulih dari cedera. Palacio pun mempersilakan rekan senegaranya, Diego Milito, masuk pada menit 87.
Meski tak ada lagi gol tambahan, Inter meraih hasil penting di Stadio Giuseppe Meazza. Menang 2-0 atas Pescara berguna untuk mengangkat Nerazzurri ke posisi 3 besar Serie A dengan nilai 38.