Pelatih Indonesia Nil Maizar terus mengasah penyelesaian akhir tim selama menjalani pelatnas qualifikasi Piala Asia 2015 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara.
Nil akan melihat hasil pelatihan dari hasil pertandingan kontra Semen Padang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis besok.
Hingga uji coba terakhir, pekan lalu, ketajaman lini depan Garuda tak bertaji usai bermain 0-0 dengan Pro Duta.
“Kami coba memaksimalkan penyerangan dengan mengandalkan sentuhan akhir. Pemain di kotak penalti harus mengambil keputusan. Kalau tidak mengambil keputusan, maka penyerangan akan sia-sia,” kata Nil Maizar, Rabu siang.
Nil terpaksa menetapkan mempertajam lini depan sebagai pilihan terbaik. Hingga Rabu ini, mantan pelatih Semen Padang tak bisa berbuat banyak selama pelatnas.
Sejak memulai pelatnas, minggu pertama bulan ini, Nil tak leluasa menerapkan berbagai program latihan karena stok pemain terbatas.
Dari 52 pemain yang mendapat panggilan untuk menjalani seleksi, hanya 20-an pemain yang bergabung. Untuk lini depan, hanya Agung Supriyanto dan Mario Aibekop yang bergabung.
Nil dan stafnya terlihat memaksa beberapa gelandang dengan naluri menyerang berperan sebagai striker. Seperti Andik Vermansyah dan Vendry Mofu mendadak jadi bomber jelmaan.
Latihan penyelesaian akhir menjadi menu utama dalam tiga hari terakhir. Tingkat kesulitan meningkat, dua pemain bekerja sama melepaskan diri dari pengawalan dua lawan yang terus menempel.
“Latihan dilakukan dengan menambah pemain belakang sebagai penghalang, supaya ketika kehilangan bola bisa melakukan recovery dan bertanggungjawab dengan bola,” jelas Nil.
Evaluasi melawan Semen Padang sangat penting untuk pembentukan tim ke qualifikasi Piala Asia. Selanjutnya Indonesia menjajal kekuatan dengan beruji tanding melawan Yordania, 01 Februari.
Indonesia menjalani duel perdana qualifikasi melawan Irak di Qatar, 06 Februari nanti. Selain Irak, Merah Putih harus bersaing dengan Arab Saudi dan China di Grup C.