Perang PSSI-KPSI

Menpora Temui Arifin-Nirwan

Jumat, 25 Januari 2013 16:00 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Arifin dan Nirwan menjadi tokoh di balik perang Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Menpora secara implisit mengakui Arifin dan Nirwan adalah dua hulu dari persoalan sepakbola nasional yang tidak kunjung berakhir.

"Besok (Sabtu) saya akan bertemu salah satu dari dua hulu (Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie),” kata Roy Suryo di Jakarta, Jumat (25/01).

“Salah satu dari mereka sudah mengkonfirmasi kepada saya. Sementara yang satunya lagi kabarnya sedang di luar negeri. Saya akan memastikan lagi.”

Persoalan mengerucut kepada Nirwan dan Arifin. Arifin dianggap sebagai penentu arah dan kebijakan PSSI. Sedang KPSI bergerak dengan sentuhan Nirwan.

Dalam pertemuan besok, Roy tidak akan memberi penawaran karena hanya akan mendengarkan keinginan dari Nirwan dan Arifin.

"Pertemuannya akan dilakukan secara terpisah. Saya pikir itu tidak masalah, yang penting sekarang adalah bagaimana menemui kedua tokoh tersebut," tegas Menpora.

Sehari sebelumnya, Roy Suryo membantah telah mengundang siapapun untuk menyelesaikan konflik sepakbola nasional.

"Saya tidak pernah sekali pun menjanjikan atau mengundang siapa pun, termasuk Solo voters, baik melalui SMS, BBM, Twitter, web, staf, kurir apalagi per telepon," bantah Roy Suryo.

Politisi Partai Demokrat meyakini penyelesaian konflik tidak akan tuntas hanya melalui cara-cara yang parsial atau hanya menyentuh permasalahan hilir saja.

Konflik PSSI harus segera dilakukan dengan cara yang tepat, jitu, terukur dan langsung ke inti atau hulu permasalahan.