Menpora Takut Bubarkan PSSI

Rabu, 30 Januari 2013 20:15 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Janji Menpora untuk membubarkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) tidak terwujud.

Rabu (30/01/13) malam, Roy Suryo meralat pernyataannya yang pernah akan membubarkan PSSI. PSSI yang berujung pada Arifin Panigoro bersikeras sebagai organisasi yang mendapat pengakuan FIFA.

"Pemerintah tidak perlu membubarkan organisasi yang tercatat di FIFA. Nanti kegiatannya yang akan kita tertibkan. Bisa dengan memberikan rekomendasi," kata Menpora Roy Suryo di Jakarta.

Roy tidak gegabah karena tersangkut statuta FIFA yang melarang intervensi pemerintah dan tetap memantau hingga 06 Februari saat Indonesia versus Irak di qualifikasi Piala Asia 2015.

"Hasil partai melawan Irak akan dinilai oleh masyarakat. Kalau baik, maka mekanisme yang berlaku di PSSI akan diakui masyarakat. Kalau tidak, maka kita akan melakukan langkah selanjutnya," Menpora berjanji.

Roy mengaku sudah bertemu Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie. Untuk menyelesaikan persoalan di KPSI yang berhulu ke Nirwan Bakrie, pemerintah mencoba tertibkan penyelenggaraan Liga Super.

Penyelesaian masalah tunggakan gaji termasuk dalam penertiban Liga Super. KPSI mendapat waktu hingga 06 Februari untuk menuntaskan masalah krusial sebelum mendapat penilaian.

"Saya obyektif mengatakan Liga Super cukup meriah, sangat seru. Saya obyektif tidak mau menutup mata terhadap fakta masyarakat. Kemenpora tidak merekomendasi pelaksanaan liga apapun, namun ketika sudah diberlakukan komitmen, maka saya menanyakan komitmen itu kepada Nirwan," kata Menpora.

"Intinya saya ingin menyelamatkan sepakbolanya. Saya tidak lihat siapa kelompok atau organisasi. Saya juga tidak takut siapa di balik itu semua karena yang kita ingin saya selamatkan adalah sepakbola Indonesia.”

Siap Gelar Kongres

Roy Suryo tak menampik kalau kongres bisa saja digelar. Kongres akan terlaksana bila persoalan tak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir sebelum batas waktu dari FIFA.

"Betul ada hal yang perlu dikejar, yaitu desakan FIFA kepada PSSI. Bukan berarti diam, saya sudah mencoba untuk memediasi," tegas Roy Suryo.

Kepastian perhelatan kongres, menurut Roy Suryo, akan ada surat dari FIFA dan AFC yang menandakan bahwa kongres harus berlangsung.

Menpora sudah menyiapkan komite normalisasi dan sudah ada staf khusus menpora yang akan sama-sama melakukan dan bekerja untuk itu. Itu upaya dari pemerintah untuk mempercepat."

"Mungkin penyelenggaraannya bisa lama, tapi setidaknya sudah ada langkah tegas FIFA lewat AFC dan dari pemerintah," urai Roy Sury.

Hasil rapat Komite Eksekutif FIFA, 14 Desember 2012, mengultimatum PSSI segera menyelesaikan permasalahan. FIFA menyebut perpanjangan waktu kepada Indonesia merupakan toleransi terakhir.

Komite Asosiasi dan Komite Eksekutif FIFA akan kembali membahas situasi sepakbola Indonesia. Komite Asosiasi menggelar rapat pada 13 Februari dan Komite Eksekutif pada 20-21 Maret 2013.