Manajemen Persipura Jayapura memutuskan menahan paspor Stevie yang memilih bergabung ke pelatnas Piala Asia 2015. Persipura dan klub Liga Super melarang pemainnya ke pelatnas Piala Asia.
Pelatnas Piala Asia adalah ajang yang bergulir dalam koridor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Sedang Liga Super di bawah kendali Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
"Saya sudah meminta sama manajer Persipura, tetapi selalu diputar-putar sama mereka. Padahal itu dokumen negara," kata Stevie Bonsapia, Rabu (30/01).
Soal statusnya di Persipura, Stevie mengaku belum tahu apakah masih terdaftar sebagai pemain Persipura atau tidak.
“Saya belum tahu. Pinginnya sih bisa sama-sama dengan tim supaya bisa merasakan kebersamaan melalui laga uji coba,” jelas Bonsapia.
Stevie menyatakan siap menerima konsekuensi terkait keputusannya melawan intruksi klub. Mantan pemain timnas U-23 siap secara profesional jika mendapat sanksi berat dari manajemen Persipura.
"Saya belum tahu bagaimana statusku sekarang di Persipura. Tapi kita profesional saja, tidak masalah. Saya juga selama tujuh tahun di Persipura tidak punya masalah dengan manajemen," tegas Stevie.
Ketua Harian Persipura La Siya mengakui paspor Stevie berada di tangan manajemen. Manajemen tak memberi paspor karena Stevie belum meminta izin kepada klub untuk bergabung ke pelatnas.
“Paspor Stevie masih di kami. Semua paspor pemain dibuat manajemen, tidak dibuat oleh individu. Kami belum memberikan paspor karena dia belum meminta izin kepada kami. PSSI juga belum berkoordinasi dengan kami,” tegas La Siya.
Tentang status Stevie di Mutiara Hitam Persipura, La Siya mengatakan akan berkoordinasi dengan manajemen, sebelum menentukan nasib Stevie.
Kegagalan melawan Yordania tak menutup peluang Stevie memperkuat Garuda. Pemain berusia 24 tahun tetap masuk dalam rencana tim saat melawan Irak, 06 Februari dalam qualifikasi Piala Asia.