Pada 2004-2005, Víctor Valdés meraih trofi pertamanya sebagai Kiper Terbaik Liga Spanyol. Tapi semusim berikutnya, dia melihat kiper Celta Vigo, José Manuel Pinto, merebut trofi Zamora.
Nasib berayun. Pada 2008, José Pinto bergabung Barcelona. Kedatangan Pinto memecut kompetisi bagi Valdés hingga dia tampil lagi sebagai Kiper Terbaik Liga selama 4 musim beruntun, 2008-2012.
Ketangguhan Valdés di La Liga hampir mematikan peluang Pinto untuk tampil. Tapi kebijakan pelatih Barcelona memberi kesempatan kiper kedua untuk beraksi di turnamen lain, terutama Copa del Rey.
Musim 2012-2013, Pinto bertugas mempertahankan Piala Raja. Dia berdiri di bawah mistar gawang dan selalu siap menghadapi lawan apa pun, termasuk Real Madrid di Estadio Santiago Bernabéu.
Pinto sudah tiga kali melawan Real di Copa, sekali main di Madrid dan menang 2-1 di perempatfinal pertama musim kemarin. Kenangan terburuknya hanya kebobolan 0-1 di partai final 2010-2011.
Kamis (30/01/13) dini hari jadi kesempatan keempat Pinto melawan Real. Tapi kini dia tidak bersaing dengan Iker Casillas, kapten Madrid yang berhalangan hadir karena cedera patah jempol tangan kiri.
Tanpa Si Nomor 1 Real, siapa kiper Los Blancos untuk menghadapi Barcelona? Antonio Adán ialah deputi Casillas yang potensial jadi pilihan pertama sejak José Mourinho menerapkan taktik baru.
Pekan 21 kemarin, Adán berhasil tampil bersih tanpa kebobolan saat Los Galacticos mencukur tim tetangga, Getafe, 4-0, di Bernabéu. Tapi adakah peluang kiper asli didikan Madrid di Copa del Rey?
Sepeninggal Casillas yang perlu istirahat tiga bulan, El Real merekrut kembali mantan alumni. Diego López pulang ke Madrid setelah enam tahun merantau di bawah gawang Villarreal dan Sevilla.
Dulu López pergi sebab tak mau terus jadi cadangan San Iker. Bisakah sekarang, mulai dari melawan Barcelona, dia berperan sebagai kiper pilihan pertama meski tidak menyandang kostum nomor 1?