Mauricio Pochettino tiba di Southampton setelah meninggalkan Espanyol di zone degradasi Liga Spanyol. Dia datang untuk tugas sama: menjauhkan The Saints dari area berbahaya Liga Inggris.
Setelah imbang 0-0 dengan Everton pada laga pertamanya di Premier League, Pochettino membawa Southampton menantang Manchester United. Tugas berjalan baik dengan gol cepat anak buahnya.
Menit 3, Jay Rodríguez – striker keturunan Spanyol – menjebol gawang kiper asli Spanyol milik MU, David de Gea. Jay menghukum kesalahan Michael Carrick yang salah melakukan back pass.
Tusukan Rodríguez menyadarkan Iblis Merah. Menit 8, United membalas dengan terobosan Wayne Rooney yang menyerbu kegamangan barisan belakang Southampton yang terlambat bereaksi.
Shinji Kagawa berpadu dengan Rooney untuk menyeruak pertahanan Soton – panggilan pendek Southampton. Dalam waktu lima menit setelah kebobolan, Man-U menyamakan kedudukan 1-1.
Man-United kemudian malah berbalik unggul. Rooney mencetak gol lagi dengan menyambung bola sundulan Patrice Evra setelah Robin van Persie melakukan free-kick dari jarak jauh, menit 27.
Dua gol Rooney tidak lantas membuat Setan Merah leluasa menekan Soton. Sepanjang sisa waktu duel, dua tim saling serang dan berbagi rata menit penguasaan bola dengan komposisi 50-50.
Wajar bila sesudah pertandingan, manajer MU, Alex Ferguson menyebut, timnya cukup beruntung melawan Southampton. Ferguson menilai, The Saints punya peluang untuk minimal tidak kalah.
“Dalam pengalaman saya di klub, selalu ada pertandingan yang anda harus mengatakan pada diri sendiri: ‘kami beruntung,’. Pertandingan ini termasuk yang saya maksud,” kata Alex Ferguson.
Menang 2-1, United aman menempati peringkat teratas dengan nilai 59, unggul 7 angka dari juara bertahan dan rival bertetangga, Manchester City. Southampton naik dari zone degradasi, 23 poin.