Liga Primer 2013

Arema Menuju Kematian

Kamis, 7 Februari 2013 17:35 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Menjelang pembukaan kompetisi Liga Primer, 10 Februari 2013, masa depan Arema masih kabur. Kabar terbaru Arema kemungkinan tidak ikut Liga Primer menyusul kepergian investor Ancora.

"Bisa saja tim bubar. Tapi saya dan pemain akan tetap bekerja secara profesional," kata Dejan Antonic, Kamis (07/02/13).

Dejan Antonic yang pernah melatih timnas Hongkong menjelaskan investor sudah memastikan tak akan membiayai lagi Arema.

Indikasi terlihat dari pernyataan CEO Nursalam Tabusalla yang menjanjikan kompensasi kepada pelatih dan seluruh pemain.

"Ancora dan Nursalam selaku CEO sudah menjanjikan kepada pemain dan pelatih akan ada kompensasi. Mereka janji ada kompensasi karena kita sudah kerja bagus sejak tahun kemarin," jelas Dejan.

Dejan mengaku hingga kini gaji pelatih dan para pemain selama 2 bulan masih lancar dan tidak ada masalah.

"Nantinya sisa kontrak semua tergantung dari kompensasi itu.”

General Manager Arema Abriadi Muhara menyatakan pihaknya masih belum bisa memastikan soal kondisi tim ke depan. Dengan kondisi yang ada pihaknya pesimistis bisa ikut Liga Primer.

Abriadi mengaku sudah mengkomunikasikan kondisi terkini klub kepada pemain.

"Kemungkinan paling jelek tim yang ada tak akan bisa tampil di kompetisi musim depan," kata Abriadi.

Sebelum kabar dari Dejan dan Abriadi terdengar, ketidakpastian masa depan Arema terkuak dengan perpecahan Arema menjadi dua.

Ada dua tim yang sama-sama mengklaim akan tampil di Liga Primer, yaitu Arema kubu Winarso dan Arema versi Nursalam Tabusalla.

Arema Winarso menunjuk Abdurrahman Gurning sebagai pelatih, sedang Dejan Antonic jadi pelatih di kubu Nursalam.

Kubu Nursalam telah merekrut 27 pemain dan kubu Winarso telah punya 18 pemain. Harris Fambudy (manajer Arema Winarso) yakin bisa mengikuti kompetisi.

"Saat ini sudah ada 18 pemain yang direkrut dan sudah didaftarkan ke PT LPIS guna mengikuti kompetisi IPL musim depan," kata Harris Fambudy, Selasa kemarin.