Selain nomor greco-roman ke Rusia, PGSI juga menetapkan Jepang sebagai tempat pematangan pegulat nomor gaya bebas ke Jepang dan Iran.
SWekjen PB PGSI Dody Iswandi mengatakan pemilihan Rusia, Jepang dan Iran karena atmosfer persaingan olahraga gulat di ketiga negara dapat memberi pengalaman untuk pegulat nasional.
"Di Indonesia itu kompetisinya masih terbatas karena, ya, lagi-lagi kendalanya ada pada uang," kata Dody.
Masalah dana yang membuat Dody belum berani membeberkan kapan pengiriman atlet. Dody memperkirakan jika program ini terealisasi, atlet dapat mengikuti pelatihan selama beberapa bulan.
PGSI sebenarnya menginginkan seluruh atlet pelatnas yang berjumlah 200 persen, yakni 42 orang untuk dapat mengikuti pelatihan di luar negeri.
Keterbasatan dana memaksa PGSI hanya mengirim sekitar 21 atlet berlatih ke luar negeri.
Di SEA Games 2013 Myanmar, tim nasional gulat menargetkan mendapat empat medali emas sekaligus mempertahankan perolehan di SEA Games 2011.
Pengurus berencana mengundang pelatih asing untuk menambah lima tenaga pelatih yang terdesentralisasi ke empat daerah, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur Jawa Timur dan Jawa Barat.
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur menjadi daerah yang dihuni atlet pelatnas paling banyak.
"Dengan lima pelatih sekarang, ada rencana untuk undang pelatih asing. Tapi untuk waktunya, kami masih tunggu kejelasan dana dari Prima," ujarnya.
umlah atlet pelatnas yang masih 200 persen karena dana yang menghambat proses seleksi dan sentralisasi pelatnas.
Di Myanmar, Indonesia akan mengikuti 12 nomor pertandingan gulat dengan unggulan 74 kg bebas putra, 66 kg bebas putri, 50 kg bebas putra dan 63 kg greco.
Di pada SEA Games 2011 Indonesia, tim nasional menempati peringkat kedua setelah Vietnam dengan perolehan 4 emas, 4perak dan 1 perunggu.
Indonesia pada saat itu meraih emas di nomor greco-roman putra 60 kg dan 66 kg, nomor gaya bebas putra 50 - 55 kg, dan nomor putri 63 kg.