PSSI dan KPSI Berdamai

Sepakat Kongres 17 Maret

Senin, 18 Februari 2013 23:25 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Yang pasti pelaksanaan kongres nanti pasti melanggar statuta PSSI yang mengadopsi statuta Badan Sepakbola Dunia (FIFA) dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mempertemukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), Senin (19/02/13).

PSSI datang dengan ketua umum Djohar Arifin Husin dan KPSI dengan La Nyalla Mattalitti. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KONI) Rita Subowo juga hadir dalam rembuk di Kemenpora.

Poin utama pertemuan mengerucut pada kesepakatan PSSI dan KPSI untuk menggelar kongres pada 17 Maret 2013 guna menyelesaikan polemik kepengurusan.

Kongres yang mungkin berlangsung di Jakarta pasti melanggar beberapa aturan terkait penyelenggaraan Kongres PSSI.

"Kita harus maklumi (adanya beberapa pelanggaran aturan penyelenggaraan kongres) karena ini adalah kejadian tidak normal. Makanya kami akan koordinasi dengan AFC dan FIFA," kata Roy Suryo, Senin malam.

Kongres menjelang batas akhir dari FIFA melanggar aturan tentang persiapan Kongres PSSI, yaitu pemberitahuan yang semestinya dilakukan enam pekan sebelum penyelenggaraan kongres.

FIFA memberikan tenggat waktu bagi PSSI untuk menyelesaikan persoalan internal hingga 20 Maret 2013.

Roy Suryo menegaskan pemerintah melalui kementerian pemuda  dan olahraga (kemenpora) pasti mendukung penuh kongres dengan memenuhi empat syarat sesuai dengan MoU.

PSSI dan KPSI meneken MoU yang tercapai dalam pengawasan AFC dalam pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7 Juni 2012.

Roy Suryo berharap PSSI bisa membuat persiapan kongres sebaik mungkin. Meski demikian, kesuksesan pelaksanaan kongres menjadi tanggung jawab bersama PSSI, KPSI dan KOI.

"Jika kongres nanti berjalan lancar, Insya Allah polemik sepak bola akan tuntas. Selain itu secara otomatis KPSI akan bubar," tegas Roy.

La Nyalla Mattalitti selaku dedengkot KPSI menyambut baik kesepakatan yang tercapai di kemenpora. Kesepakatan membuat permasalahan cepat selesai.

"Coba ini dilakukan sejak dulu. Tetapi, untuk masalah voters, itu soal nama. Jika ada yang masa baktinya berakhir, saya bisa memaklumi. Untuk caretaker yang patut dipertanyakan," tegas La Nyalla.

Berdasarkan MoU Kuala Lumpur, peserta kongres adalah voters yang menggunakan hak pilihnya pada Kongres Luar Biasa (KLB) Solo pada 9 Juli 2011.