PSSI Minta Penangguhan

Seberapa Pentingkah Diego?

Selasa, 19 Februari 2013 12:23 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Pengacara Diego meminta penangguhan penahanan kepada majelis hakim pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (18/02/13).

Kubu Diego bersikeras Indonesia masih membutuhkan tenaga Diego saat squad Merah Putih melanjutkan kiprah di qualifikasi Piala Asia 2015.

Majelis hakim akan mengabulkan permohonan penahanan atas nama Diego Michiels setelah menerima surat dari PSSI yang menerangkan Diego masuk skuad Garuda.

Majelis hakim meminta PSSI menyerahkan surat jaminan penangguhan penahanan.

"Kita belum mendapat surat dari PSSI. Kemarin sudah ada suratnya, tetapi dibuat tertanggal 16 Februari, padahal diajukannya tanggal 11," kata Kapitra Ampera, penasihat hukum Diego di pengadilan.

Kapitra menyatakan jika surat dari PSSI sudah turun, sangat besar kemungkinan penangguhan penahanan Diego terwujud.

Taktik kubu Diego Muhammad bin Robbie Michiels menyambut pernyataan PSSI. Rudolf Yesayas selaku deputi PSSI bagian luar negeri mengatakan kehadiran Diego sangat penting.

Rudolf mengurai lini belakang tim kerap jadi sasaran empuk lawan sejak Diego absen.

"Di Piala AFF lalu, dua gol Malaysia terjadi karena lemahnya pertahanan yang di mana seharusnya ada Diego di situ. Sangat penting kehadiran Diego mengingat sebentar lagi ada kualifikasi Piala Asia," jelas Rudolf.

Soal kebutuhan sosok Diego di lapangan, pelatih Indonesia Nil Maizar pernah punya pernyataan. Jawaban Nil paling tepat karena Nil yang paling tahu kondisi dan kebutuhan tim.

Nil memastikan Wahyu Wijiastanto, Handi Ramdhan, Fachruddin, Valentino Telaubun, Novan Setya Sasongko dan Nopendi bisa mengisi tempat Diego.

"Kita punya Novan Setya, Nopendi dan Handi Ramdhan yang bisa menambal posisi bek kiri,” tegas Nil, beberapa waktu lalu.

Fakta terbaru penampilan Indonesia tanpa Diego saat kalah 0-1 dari Irak pada tanggal 06 bulan ini. Hasil yang bagus karena sebelumnya banyak pecinta sepakbola nasional perkirakan Irak akan berpesta gol.

Majelis hakim tidak begitu saja menerima pembelaan pengacara Diego dan Rudolf. Majelis hakim malah mempertanyakan keberadaan dan fungsi pemain kelahiran Deventer, Belanda.

“Seberapa penting sih Diego ini,” tanya anggota majelis hakim Kasianus Telaumbanua.

Majelis lebih memperhatikan dampak bila Diego kembali ke tempat-tempat hiburan. Tidak ada larangan mengunjungi klub malam, namun tugas pemain bola berlabel nasional adalah berlatih.

Kubu Diego dan Rudolf meyakinkan majelis bahwa Diego tidak akan mangkir dari persidangan jika penangguhan dikabulkan dan PSSI akan mengatur jadwal latihan yang tepat.

Diego akhirnya berdamai dengan Mef Paripurna. Mef menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Diego bersama rekan-rekannya.

"Sudah dilakukan Ibu Yora, ibunya Nikita. Sudah dibiayai, keluarga Mef menyambut kami,” kata Kapitra, "Memang Mef luka-luka dan berobat tapi dibuktikan dulu siapa yang melukai.”

Diego menjadi salah satu dari empat terdakwa kasus pemukulan terhadap Mef Paripurna di sebuah bar di kawasan Senayan, Jakarta, pada 08 November 2012.