Dualisme Seleksi Pemain Nasional

Semen Padang Tolak BTN

Rabu, 20 Februari 2013 14:43 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Keputusan Semen Padang semata-mata dengan pertimbangan tidak akan memperkeruh polemik persepakbolaan nasional. Kabau Sirah Semen Padang tidak mau terlibat dalam dualisme sepakbola.

"Sampai saat ini belum ada kebijakan melepas pemain ke timnas. Kita tunggu sampai tidak ada dualisme. Selama ada dualisme, kita tak melepas pemain," tegas CEO Semen Padang Erizal Anwar, Rabu (20/02/13).

Semen Padang akan menunggu langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menangani dualisme pengelolaan timnas.

Dualisme pengelolaan timnas muncul setelah badan tim nasional (BTN) ini. BTN dengan ketua Isran Noor memanggil 34 pemain untuk menjalani seleksi menghadapi Arab Saudi pada 23 Maret 2013.

Enam pemain Kabau Sirah Semen Padang yang mendapat panggilan adalah Jandian Eka Putra, Novan Setya, Titus Bonai, Syaifullah, Arif Tuansyah dan M Nur Iskandar.

Keputusan BTN makin memperparah polemik persepkabolaan Indonesia karena PSSI sebelumnya telah memanggil 33 pemain.

Malah sebagian anggota komite eksekutif PSSI tak mengakui keberadaan BTN karena pembentukan BTN tidak melalui rapat komite eksekutif.

Liga Super Lepas

Sementara itu kompetisi Liga Super Indonesia memutuskan siap melepas pemain demi tim Indonesia dengan penunjukkan Harbiansyah Hanafiah sebagai wakil ketua BTN.

Harbiansyah masih tercatat sebagai komisaris utama PT Liga Indonesia yang berinduk pada Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). KPSI selama ini menjadi tandingan PSSI.

Sekjen KPSI Togar Manahan Nero mengatakan keputusan menunjuk Harbiansyah sudah mendapat persetujuan dari internal organisasi.

Dengan bergabung Harbiansyah, Liga Super mengizinkan pemainnya bergabung ke timnas.

"Kita akan berikan pemain yang diperlukan untuk Indonesia, demi Merah Putih. Dengan bergabungnya Pak Harbiansyah, semua pemain Liga Super yang dipanggil pasti mendapat izin dari klub," tegas Togar.

Soal perdebatan antara pengurus PSSI tentang pembentukan BTN, Togar tidak mau ambil pusing.

"Kami tak mau tahu dengan apa yang terjadi dalam internal PSSI. Yang kami inginkan hanya memiliki sebuah timnas yang solid sehingga bisa menghadirkan prestasi.”