La Nyalla Matalitti dan tiga rekannya memutuskan bergabung lagi dalam jajaran anggota komite eksekutif (exco) PSSI setelah pernah mengalami pemecatan.
Selain La Nyalla, tiga anggota exco yang kembali ke kandang adalah Tony Aprilani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan.
Sempat tercoret dari jajaran exco, keempatnya langsung bergerak dengan membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). KPSI dengan rutin menyerang PSSI.
Hingga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mempertemukan KPSI dan PSSI dalam pengawasan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Senin (18/02/13).
Beberapa poin penting tercapai dalam pertemuan untuk mengakhiri ketidakpastian sepakbola nasional. Antara lain mewujudkan pengembalian La Nyalla dkk ke exco tanpa syarat sesuai perintah Badan Sepakbola Dunia (FIFA).
La Nyalla menegaskan kehadirannya di PSSI dalam kapasitasnya sebagai anggota exco.
"Setelah shalat Jumat, saya ke PSSI. Harusnya saya kembali sejak tanggal 07 Juni kemarin, tapi mulai besok baru aktif kembali," kata La Nyalla, Kamis petang.
Keputusan La Nyalla cs bergabung lagi ke exco memperjelas arah konsolidasi dan perdamaian PSSI dengan KPSI. KPSI juga mendukung PSSI untuk segera menggelar kongres pada 17 Maret nanti.
Yang masih mengganjal di antara kedua kubu adalah soal esensi peserta kongres nanti. FIFA memutuskan peserta adalah peserta kongres Solo Juli 2011, namun PSSI dan KPSI berbeda pandangan.