Fakta ini makin memperkeruh polemik persepakbolaan Indonesia. Situs FIFA per Jumat (01/03/12) masih mencantumkan nama Nil sebagai pelatih, bukan Blanco yang mendapat kepercayaan dari PSSI lewat BTN.
Pengakuan tersebut terlihat dalam http://www.fifa.com/associations/association=idn/index.html. FIFA juga mengakui Hadiyandra sebagai Sekjen PSSI untuk menggantikan Halim Mahfudz.
Padahal Rabu kemarin, rapat komite eksekutif (exco) PSSI memberhentikan Nil Maizar dan beberapa staf pelatih. Selain Blanco, badan tim nasional (BTN) memanggil dua rekan Blanco sebagai staf pelatih.
Keputusan exco memanaskan persaingan menjelang kongres 17 Maret 2013. Legalitas rapat exco dipertanyakan karena hanya 6 dari 11 anggota exco yang menghadiri rapat.
Nil juga tidak tinggal diam. Dia menuding Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin tidak bersikap tegas soal posisinya.
"Saya dikontrak oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. Dia tahu detail kontrak. Di dalam kontrak, saya ditugaskan menangani tim di qualifikasi Piala Asia 2015,” tegas Nil Maizar.
“Jelas disebutkan posisi saya di tim senior. Kalau sekarang disuruh memilih untuk apa? Sesuai kontrak saja, toh gampang memutuskannya.”
Bekas pelatih Semen Padang meminta kejelasan masa depannya. Nil sangat siap dengan keputusan apapun, namun dia meminta kejelasan.
"Saya meminta kejelasan. Kalau diberhentikan, tolong surat pemberhentian diterbitkan. Bukan masalah pilih posisi atau apa, tapi ini kepastian kontrak. Saya ingin dimanusiawikan. Jangan gantung saya,” tantang Nil.
Nil mengaku sudah berusaha berbicara dengan Djohar, namun Ketua Umum PSSI tidak bisa memberikan jawaban pasti, “Dia tidak bisa memberikan kepastian terhadap saya.”