Sebelum ketiban tugas pelatih sementara Barcelona, Jordi Roura menjabat pembantu Tito Vilanova. Semasa Vilanova jadi asisten Pep Guardiola, Roura ialah mata-mata terhadap kekuatan lawan.
Kini dia menghadapi tantangan untuk unjuk kemampuan dalam laga sulit, dua El Clásico beruntun. Setelah kalah payah di Camp Nou pada Copa del Rey, Roura melanjutkan jadwal Liga Spanyol.
Adakah kejutan Roura di Stadion Santiago Bernabéu? Tengah pekan kemarin, dia menugaskan Pedro Rodríguez dan Andrés Iniesta yang bergantian dengan Cesc Fàbregas untuk menemani Lionel Messi.
Saat keadaan buntu, Roura mengganti Fàbregas dengan striker David Villa dan Pedro dengan Cristian Tello. Tapi Barcelona terlambat mencari ritme untuk bisa mengejar ketinggalan dari Real Madrid.
Formasi Barça kemungkinan berubah di Bernabéu. David Villa berpeluang tampil sebagai starter setelah sepenuhnya pulih dari cedera dan menggeser Iniesta kembali ke posisi selaku gelandang.
Pedro tetap di sayap kanan. Sejak era Guardiola, dia bisa leluasa bertukar tempat dengan Messi yang awalnya menempati sayap kanan. Tapi Tello juga pernah jadi starter di El Clásico pada masa Pep.
Teka-teki paling menarik ialah bagaimana ketajaman Messi. Setelah nihil gol di dua laga Copa del Rey, bisakah Leo Messi membobol gawang Madrid lagi seperti pada putaran pertama La Liga?