Sisa panas duel El Clásico semifinal Copa del Rey masih terasa di Liga Spanyol. Real Madrid tak takut pada balas dendam Barcelona yang terjatuh dari tahta Copa karena kalah 1-3, Rabu (27/02/13) lalu.
Real bahkan berani memainkan formasi beda. Striker muda Álvaro Morata mendapat kepercayaan tampil sebagai starter dan membuktikan kepantasannya dengan memberi asistensi gol pembuka.
Baru lima menit pertandingan, bola silang Morata berubah menjadi gunting perobek gawang kiper Barcelona setelah Karim Benzema menyambar. Benzema menghasilkan gol pertama pada menit 6.
Pertandingan lantas berjalan sengit selayak El Clásico. Lebih menarik daripada tarung di semifinal La Copa, laga di jadwal rutin La Liga menampilkan Barça yang bisa cepat membalas gol tuan rumah.
Lionel Messi memecahkan hadangan offside. Striker asal Argentina menjebol kegagalannya selama dua laga Copa dengan tendangan mudah di petak penalti setelah menerima terobosan Dani Alves.
Sistem tiki-taka dengan umpan terobosan berlaku dengan benar. Seperti beberapa laga El Clásico melawan squad José Mourinho, Barcelona menguasai bola lebih lama ketimbang Real Madrid.
Tapi kesulitan tentara Blaugrana untuk menyelesaikan pola dengan gol masih jadi kendala. Format ketergantungan pada Messi tidak menampilkan variasi, terutama karena Xavi Hernández absen.
Jordi Roura berusaha berperan sebagai pelatih yang terus menyemangati Messi cs di tepi lapangan. Menjabat sebagai pelatih sementara, Roura berupaya tampil lebih dari posisi aslinya selaku asisten.
Di sisi lain, José Mourinho tampak gelisah. Pelatih Real Madrid tak cukup tenang melihat penampilan tim cadangan hingga kemudian dia memasukkan pemain lapis pertama, terutama Cristiano Ronaldo.
Kehadiran Cristiano mengubah arah permainan. Alur bola mulai bergerak bolak-balik. Para pemain Barcelona pun harus membagi konsentrasi untuk menyerang dan menghadang ancaman Ronaldo.
Strategi Mourinho bekerja. Saat Barça keletihan dan kehilangan konsentrasi, Real merebut skor lagi. Sergio Ramos, yang menjabat kapten, menyundulkan gol pada sisa 8 menit sebelum akhir tarung.
Hanya keberuntungan bisa menolong tim tamu Barcelona untuk membatalkan kemenangan Madrid. Barça tetap tak beruntung saat Ramos menyenggol sedikit kaki Alexis Sánchez di petak penalti.
Hampir semua awak Blaugrana memprotes wasit karena tidak memberi hadiah penalti. Bahkan saat laga selesai, kiper Víctor Valdés yang menjadi kapten kena kartu merah karena terus mencecar.
Barcelona gagal membalas dendam. Madrid menang 2-1, meraup 3 poin dan bekal terbang ke rumah Manchester United untuk jadwal leg 2 perdelapanfinal Liga Champions, Selasa (05/03/12) malam.