Tolak Ajakan Damai PSSI

Nil Lebih Suka Pemecatan

Senin, 4 Maret 2013 15:50 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Pernyataan Nil menyambut upaya rekonsiliasi dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Djohar Arifin pernah menawarkan sebuah kursi di badan tim nasional (BTN) kepada Nil Maizar.

"Saya sebelumnya berterima kasih kepada PSSI yang akan mencarikan tempat. Saya memilih untuk menunggu SK pemberhentian sebagai pelatih tim dari PSSI dengan prosedur yang jelas," tegas Nil.

Penolakan Nil terlontar karena merasa PSSI tidak menganggapnya sebagai manusia. PSSI lewat BTN berdasarkan hasil rapat anggota komite eksekutif (exco), minggu lalu, memecat Nil.

Nil baru mengetahui pemecatannya yang tersiar melalui media. Posisi Nil kemudian menjadi milik Luis Manuel Blanco asal Argentina yang mendapat bayaran sebesar Rp2,5 miliar per tahun.

"Saya fokus untuk menyelesaikan kontrak saya sebagai pelatih dan berharap PSSI bisa merespons dengan baik,” kata mantan pelatih Semen Padang.

Nil mengaku sudah membiasakan dan terbiasa dengan kondisi sekarang tanpa embel-embel pelatih timnas, “Walaupun keputusan resmi masih saya tunggu.”

Jawaban Nil mengarah kepada Djohar yang mengajak Nil tetap menjadi bagian dari PSSI. Nil juga mempertanyakan sisa tunggakan beberapa bulan gaji di PSSI.

"Tenaganya masih dibutuhkan untuk memberi masukan kepada Blanco. Nil sudah paham dengan karakter pemain, jadi kita akan cari posisi untuknya dan dia bisa pilih tempatnya di tim," kata Djohar.