Kedudukan akhir 0-0 berarti pula sebagai keberhasilan Newcastle United menghentikan rekor 100 persen kemenangan kandang Anji Makhachkala di Liga Europa.
Dengan skor tanpa gol, Newcastle menjadi tim yang lebih beruntung ketimbang Anji untuk merebut satu tiket ke perempatfinal. Minggu depan, giliran Newcastle menjamu Anji di Stadion St James' Park.
Di stadion yang terlihat lengang, sedikit kejadian menarik yang tercipta. Praktis kedua tim gagal melahirkan kesempatan untuk mencetak gol.
Duel di Luzhniki seolah jadi pembuktian kejelian pelatih Newcastle, Alan Pardew, mengatasi taktik pelatih Anji, Guus Hiddink. Pardew sukses meredam permainan menyerang arahan Hiddink.
Menyadari catatan lawan yang sebelumnya selalu memenangi Liga Europa di Stadion Luzhniki, Pardew memilih strategi memperbanyak pemain bertahan.
Hanya gelandang Moussa Sissoko yang berdiri di depan sebagai ujung tombak. Attacker Gabriel Obertan berperan sebagai sayap kanan.
Keputusan Pardew sukses meredam agresivitas serangan tuan rumah. Dampaknya tuan rumah punya hanya satu kesempatan momen emas dalam 45 pertama.
Tembakan Samuel Eto'o melahirkan peristiwa menegangkan, namun bola tendangannya mentah oleh aksi kiper Newcastle, Robert Elliot.
Permainan di babak kedua lebih menarik dengan Anji tetap menguasai pertandingan. Eto'o dan Oleg Shatov jadi pemimpin serangan tuan rumah.
Eto’o kembali mendapat peluang pada menit 59, namun gagal lagi menekuk Elliot. Giliran Shatov berperan, namun bola tendangannya juga tak bisa mengubah skor.
Newcastle meraih peluang pada menit 62. Bola tendangan Hatem Ben Arfa yang menerima umpan dari Yohan Cabaye masih gagal menembus kiper Anji, Vladimir Gabulov.
Hingga pertandingan berakhir, kedua tim tidak dapat mencipta gol.