Paul “Gazza” Gascoigne harus menjalani penderitaan panjang terkait masalah candu alkohol. Publik Inggris merasa prihatin. Tidak sedikit tokoh yang memohon Gascoigne menjalani rehabilitasi.
Setelah menjalani pengobatan di Amerika Serikat, Gazza kembali ke Inggris, Senin (11/03/13) WIB. Salah satu pemain paling berbakat Inggris itu membagi pengalamannya menjalani rehabilitasi.
Gascoigne mengaku merasakan kematian saat menjalani terapi pemulihan. Pria 45 tahun itu kehilangan kesadaran dan mengalami koma selama tiga hari.
“Tiga orang dokter yang menangani tidak berpikir saya akan selamat. Saya berpikir inilah hari kematian. Saya telah merasakan kematian itu," kata Gascoigne.
Ayah dari Bianca terkena candu alkohol sejak pisah dari Sheryl pada 1998 lalu. Sebulan terakhir dia menjalani terapi di Cottonwood Clinic, Arizona
Gascoigne mengaku menjalani proses penyembuhan yang sangat menyiksa dan menyakitkan. "Para dokter mengikat kaki dan tangan saya.”
Namun Gazza mengaku semua proses yang menyakitkan itu menyadarkan dan membuat dia menyesali kelakuannya.
“Hal ini menginspirasi saya untuk tidak pernah membiarkan ini terjadi lagi. Saya sudah lolos dari kematian. Saya sebenarnya sudah mati,” ujar Gascoigne.
Gazza merupakan salah satu pemain paling berbakat yang muncul di Inggris. Dia pernah memperkuat klub besar Eropa seperti Tottenham Hotspur, SS Lazio, Rangers, dan Everton.
Pria yang juga berjuluk The Clown membawa tim nasional Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 1990 di Italia.