Tantangan amat berat bagi Internazionale Milano saat menjamu Tottenham Hotspur. Selisih tiga gol tanpa balas pada laga pertama menuntut Inter harus menang lebih besar pada leg 2 Liga Europa.
Antonio Cassano memimpin rekan-rekannya untuk mencicil ketinggalan. Menyundul bola silang dari duetnya, Rodrigo Palacio, Cassano menguak gol pertama Internazionale, menit 20 babak pertama.
Skema sepasang penyerang menjanjikan tampilan lain. Pelatih Andrea Stramaccioni mengubah taktik dengan memasang Palacio sebagai starter, bukan pada babak kedua seperti kala main di London.
Palacio berjasa pula pada bagian kedua pertandingan di Milano. Menit 52, penyerang asal Argentina ambil giliran membuat gol sesudah gelandang senegara, Esteban Cambiasso, meneroboskan assist.
Kedudukan 2-0, Inter masih butuh satu gol lagi untuk meratakan imbangan agregat (selisih hasil dari dua pertandingan). Jika terjadi, skor total 3-3 membuka kemungkinan untuk melakukan adu penalti.
Menit 75, tuan rumah memperoleh free-kick. Eksekusi Cassano tertuju ke daerah gawang Tottenham dan bola mengenai kaki kapten Spurs, William Gallas, hingga mengecoh kiper Brad Friedel. Skor 3-0.
Nerazzurri sudah membalas kekalahan dengan skor sama. Agregat persis seimbang 3-3. Waktu masih 15 menit bagi Inter untuk terus menekan Spurs yang tampil tanpa pemain inspirator, Gareth Bale.
Tapi tanpa Bale yang menjalani sanksi akumulasi kartu kuning, Hotspur coba melawan. Klub London Utara perlu membuat cukup 1 gol untuk mengubah agregat yang bisa mengganggu rencana Inter.
Target tercapai. Pada babak tambahan pertama, menit 96, striker Emmanuel Adebayor meledakkan gol penting untuk The Lilywhites setelah dia menyambar bola mental blok kiper Samir Handanovic.
Tumpukan para pemain Tottenham seolah ilustrasi tepat bahwa beban Internazionale sulit lagi untuk mengejar selisih agregat. Tamu membuat tuan rumah harus menghasilkan gol dua kali lebih banyak.
Kawanan Ular atau I Biscioni Inter berusaha secepat mungkin memanfaatkan sisa waktu. Kurang dari lima menit, Interisti bersorak lagi melontarkan harapan sesudah Ricky Álvarez membobol Spurs lagi.
Inter memperbesar kemenangan tapi belum unggul karena tamu sudah membuat 1 gol di tempat lawan. Produktivitas tandang Spurs memaksa tuan rumah mencari tambahan lain bila ingin lolos.
Namun situasi makin sulit. Tamu merapatkan pagar penghadang, menutup celah-celah pertahanan dan mengunci peluang Inter hingga Spurs patut senang bisa menjaga kekalahan tetap pada skor 1-4.
Hasil total dari dua pertandingan menerakan angka 4-4. Tapi Tottenham Hotspur berhak maju ke fase perempatfinal Liga Europa dengan keunggulan agregat menghasilkan gol di rumah lawan.