Sehari sesudah Fatih Terim menonton Real Madrid menaklukkan Mallorca 5-2, kejadian sebaliknya terjadi di Turki. José Mourinho mengintip Galatasaray mengalahkan tuan rumah Kayserispor, 3-1.
Skor pertama berasal dari gol cepat Wesley Sneijder, ex gelandang Internazionale Milano. Seperti bocah yang bahagia melihat ayah datang menonton dia tanding di sekolah, Wes Sneijder gembira.
Sneijder melambaikan tangan kepada Mourinho yang membalas salamnya dari tribun. The Sniper mengaku girang melihat Mou sejak mengalahkan Bayern München di final Liga Champions 2010.
Tapi pemain asal Belanda juga berjanji mencetak skor saat Galatasaraya bertemu Real Madrid. “Saya mengirimi dia pesan agar hati-hati karena kalau dia ada, saya selalu membuat gol,” canda Sneijder.
Bersama The Special One saat merebut treble di Inter, Sneijder mengabari Mou sebelum gabung Galatasaray. Tapi dia tidak menyusul ke Real Madrid karena tidak mau kembali ke klub lamanya.
Mourinho Perhatikan Sneijder
Wesley Sneijder tidak tahu kehadiran José Mou kalau pelatihnya sekarang, Fatih Terim, tidak lebih dulu menghampiri mantan pelatih Chelsea. Terim langsung menuju ke tribun untuk menyapa Mou.
Mourinho terkejut saat Terim menegur. Selayak dua sahabat yang sudah lama tidak berjumpa, dua pria lantas berangkulan akrab, saling peluk berulang-kali, melontarkan candaan dan bisikan.
Terim pun memeluk putra Mourinho yang ikut terbang ke Turki dengan pesawat pribadi. Mereka tampak tulus tapi hadirin di stadion juga bisa menebak sisa-sisa percakapan dua pelatih ternama.
Begini mungkin perkataan Terim: “José, kamu harus membawa lebih banyak buku untuk mencatat, terutama karena saya kini punya Wesley Sneijder dan Didier Drogba yang tidak lagi bersama kamu.”
Sebagai pelatih yang jago bicara, Mou berkelit: “Fatih, anda lupa menyebut Hamit Altintop. Atau karena faktor umur, anda pun tak bisa membedakan mana Hamit dan saudara kembarnya, Halil?”
Dia lalu menunjukkan catatannya: “Hamit main total hanya 12 kali di Madrid. Drogba membuat 52 gol Liga Inggris untuk Chelsea. Sneijder... atau saya yang salah ambil jalan dari dan ke Madrid?”