Rencana Persema mundur dari Liga Primer berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) 17 Maret 2013 di Jakarta.
Asisten Manajer Persema Dito Arief, Senin (25/03/13), mengakui sangat besar kemungkinan klub berjuluk Bledek Biru mundur dari Liga Primer.
“Kompetisi Liga Primer sudah tidak menarik bagi Persema karena meski pada akhir kompetisi nanti menjadi juara, tetap saja Persema tidak bisa berlaga di kompetisi tertinggi di Tanah Air," kata Dito Arief.
Berdasarkan KLB, Persema tidak masuk dalam empat klub yang akan naik ke Liga Super karena Persema masih terkena sanksi dari PSSI era Nurdin Halid yang masih berlaku hingga saat ini.
Pada tahun 2011, Persema terkena degradasi ke divisi satu karena membelot dari kompetisi Liga Super ke Liga Primer. PSSI belum merespons permintaan Persema soal sanksi.
Selain Persema, dua klub lain yang terkena sanksi PSSI dan belum dicabut adalah Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.
Persema akan memutuskan langkah berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS) dan rapat dengan PSSI Kota Malang.
Dito mengakui Persema masih kesulitan melepaskan diri dari masalah keuangan. Kesulitan finansial membuat Persema tak mampu membayar gaji pemain dan pelatih satu bulan terakhir.
Masalah ini memaksa latihan tim tidak bergulir seperti biasa hingga batas waktu tak terbatas. Pelatih Persema Slave Radovski telah mengundurkan diri.