Inggris harus memetik kemenangan saat berkunjung ke kandang Montenegro di Podgorica. Pada kunjungan terakhir Oktober 2011 lalu, Tiga Singa hanya memetik hasil imbang 2-2.
Kubu tuan rumah merasa Inggris saat ini ada di bawah tekanan karena wajib menang jika ingin memuncaki Grup H qualifikasi Piala Dunia 2014 zona Eropa.
Tugas Inggris semakin sulit karena harus tampil melawan tim yang kepercayaan dirinya sedang melambung usai menang 1-0 atas Moldova meski hanya tampil dengan 10 pemain.
“Kemenangan tersebut menginspirasi kami, memberi kami banyak kepercayaan diri dan harapan saat melawan tim besar macam Inggris. Kami tidak takut hadapi Inggris,” ujar bomber Mirko Vu?ini?.
Tuan rumah menyatakan sudah memiliki titik lemah lawan. Vu?ini? menilai duet Joleon Lescott dan Chris Smalling di jantung pertahanan menjadi titik terlemah Inggris.
Inggris mengalami krisis bek tengah menyusul cederanya Gary Cahill, Michael Dawson, dan Phil Jagielka, plus Rio Ferdinand yang menampik panggilan Roy Hodgson.
“Smalling dan Lescott merupakan titik lemah Inggris karena mereka tidak bermain reguler untuk klub. Saya tidak mengerti mengapa Hodgson memanggil mereka,” kata Mirko Vu?ini?.
Tampil di kandang lawan yang terkenal tak ramah, Inggris kemungkinan akan tetap tampil menyerang. Apalagi mereka memang membutuhkan tiga angka.
Sadar lawan akan menyerang, pelatih Montenegro Branko Brnovi? mengisyaratkan pihaknya sudah memiliki rencana.
"Kami mungkin akan memarkir bus di lini belakang. Tapi kami juga memiliki dua Ferrari (Mirko Vu?ini? dan Stevan Joveti?) di lini depan," kata Brnovi?.
Montenegro memimpin Grup H qualifikasi Piala Dunia 2014 dengan 13 angka, unggul 2 dari Inggris. "Mereka akan tertinggal 5 poin dari kami," ujar Vu?ini?.
Namun melihat kualitas pemain, duel Montegro dan Inggris ibarat balapan bus melawan kecepatan Ferrari.