Italia berangkat ke Ta’qali dengan harapan tambahan tiga angka. Dari semua sisi, Gli Azzurri memiliki kasta di atas Malta. Rekor pertemuan kontra negara serumpun jadi bukti sahih keunggulan negeri semenanjung.
Dari lima kali bertemu, Italia selalu keluar sebagai pemenang. Tapi pelatih Cesare Prandelli tak mau jemawa. Malta yang ada di urutan 147 peringkat FIFA tetap menyimpan bahaya.
"Pertandingan bakal berlangsung sengit. Karena itu, kami perlu tampil sebaik mungkin. Malta mampu menggalang pertahanan yang kokoh," kata Prandelli.
"Kami juga perlu mewaspadai kondisi cuaca. Saya cemaskan kemungkinan embusan angin yang kencang. Jika tidak terbiasa dengan kondisi itu konsentrasi bisa terganggu," tambah Prandelli.
Kubu Malta menyatakan tak akan gentar mengadapi juara dunia 2006. Dukungan publik akan menjadi lecutan moral bagi tuan rumah.
“Laga ini akan menjadi cerita baru. Stadion akan penuh, semua orang memberi dukungan. Kami negara kecil tapi ingin tampil setara dengan Italia," ujar Michael Mifsud, kapten Malta.
Gli Azzurri akan tampil dengan armada unik pada laga nanti. Sang pelatih kemungkinan bisa menurunkan pasukan utama yang berasal dari dua klub, Juventus dan AC Milan.
Ketiadaan duet AS Roma, Daniele De Rossi dan Pablo Osvaldo, memaksa Prandelli melakukan perubahan. Sang pelatih berpikir untuk menurunkan enam pemain Juventus dan lima Milan.
Italia memuncaki Grup B dengan nilai 10. Posisi Azzurri belum aman karena hanya unggul 1 poin dari Bulgaria.
Dalam pertemuan pertama September 2012 lalu, Italia mengalahkan Malta 2-0 lewat gol dari Mattia Desto dan Federico Peluso.
Italia XI Rasa Juve-Milan
Gianluigi Buffon (Juventus); Ignazio Abate (Milan), Andrea Barzagli (Juventus), Leonardo Bonucci (Juventus), Mattia De Sciglio (Milan); Claudio Marchisio (Juventus), Andrea Pirlo (Juventus), Riccardo Montolivo (Milan); Emanuele Giaccherini (Juventus); Mario Balotelli (Milan), Stephan El Shaarawy (Milan)