Pelatih Italia memenuhi janji. Cesare Prandelli merealisasikan strateginya untuk menyatukan para pemain dari dua klub besar Serie A, Juventus dan AC Milan, untuk jadi 11 awak inti tim nasional.
Duet striker muda AC Milan, Mario Balotelli dan Stephan El Shaarawy, memimpin di baris terdepan saat Italia mendatangi Malta. Dalam kurun waktu 7 menit, El Shaarawy mengancam tuan rumah.
Pergerakan El Shaarawy memaksa bek Malta, Luke Dimech, melakukan pelanggaran. Mitra duetnya, Balotelli, lantas bertugas sebagai eksekutor penalti yang membuka keunggulan Gli Azzurri Italia, 1-0.
Gol cepat mantan pemain Manchester City menantang tuan rumah untuk mencoba kekuatan. Tapi tim Malta di bawah arahan pelatih asal Italia, Pietro Ghedin, kesulitan melawan kesolidan tamu.
Buffon Samai Maldini
Kapten Juventus, Gianluigi Buffon, bermain gemilang memimpin garis belakang Italia. Kiper Buffon mengagalkan penalti balasan Malta setelah memblok tendangan kapten Michael Mifsud, menit 16.
Gigi Buffon menoreh sukses pada pertandingan ke-126 dan menyamai catatan Paolo Maldini. Dia mendapat bantuan dari duet bek tengah rekan seklubnya, Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci.
Sisi luar milik dua asal Milan. Ignazio Abate bekerja di tepi kanan dan Mattia Scoglio ikut membantu serangan dari kiri dan berjasa menyediakan bola silang untuk menjadi gol kedua Balotelli, menit 45.
Sebelum istirahat, Scoglio menyerbu dan membelokkan bola ke arah Balotelli. Dengan tendangan melengkung, Mario Balo mempersembahkan gol ke-8 dari 19 kali main untuk tim nasional Italia.
Azzurri terus menguasai babak kedua. Paduan gelandang Riccardo Montolivo (Milan) dan tiga awak Juventus, yakni Andrea Pirlo, Emanuele Giaccherini dan Claudio Marchisio, mendominasi lapangan.
Namun Italia tak bisa menambah gol lagi sepanjang babak kedua. Gli Azzurri menang 2-0 dan berdiri kokoh di puncak Grup B dengan 13 poin. Malta terkubur di peringkat terbawah tanpa angka.