Sebelum tanding di Nürnberg, Jerman telah memimpin Grup C. Kazakstan seperti datang dari Asia Tengah untuk belajar dengan menantang negara pemegang tiga trofi Piala Dunia dan Piala Eropa.
Tim tuan rumah yang berjuluk Der Panzer segera menunjukkan kekuatannya setelah laga melewati 20 menit. Gol pertama berasal dari gelandang serang asal Borussia Dortmund, Marco Reus.
Reus memamerkan kecerdikannya. Menerima bola dari Mezut Özil di dalam petak penalti, dia malah bergerak keluar untuk mencari ruang sebelum tendangan kaki kanannya menggetar jala gawang.
Empat menit kemudian, kapten Philipp Lahm menunjukkan aksi khasnya. Menusuk ke petak penalti, Lahm mengelabui penghadang dengan memberi umpan tarik kepada Mario Götze hingga unggul 2-0.
Lewat setengah jam, playmaker Özil mendapat bola di sisi kanan. Pemain asal Real Madrid lantas mengirim bola ke tengah untuk menemukan gelandang kelahiran Turki, ?lkay Gündo?an, 3-0.
Kazakhstan menemui kesulitan besar untuk mengejar ketinggalan tiga gol pada babak pertama. Tapi peluang muncul pada bagian kedua pertandingan ketika Jerman mulai mengendurkan permainan.
Kiper Manuel Neuer membuat blunder yang seolah mempersilakan gelandang Kazakhstan untuk membuat gol. Ironi muncul karena tamu mendapat skor dari kaki pemain keturunan Jerman.
Heinrich Schmidtgal membobol gawang negeri asal orang tua dan tempat tinggalnya. Dia lahir di Kazakhstan tapi tinggal di Jerman sejak umur 2 tahun dan berkarier di divisi bawah Bundesliga.
Terkejut sebentar, Jerman merebut kembali kendali permainan. Tapi tak semudah babak pertama, squad Joachim Löw menunggu hingga Kazakhstan kehilangan konsentrasi pada akhir pertandingan.
Menit 90, kombinasi antarpemain asal Dortmund berakhir manis. ?lkay Gündo?an membantu rekan seklubnya, Reus, menghasilkan gol kedua yang menguatkan kemenangan Jerman menjadi 4-1.
Dengan jumlah pertandingan sama, Jerman mengumpulkan 16 angka, Kazakhstan mengais 1 poin saja. Tuan rumah berada di puncak grup, tamu terjepit di urutan kedua terbawah.