Sejak di bawah penguasaan miliarder Qatar, Paris Saint-Germain berambisi menjadi penguasa Eropa. Ambisi besar Le Parisien mulai mendekati kenyataan di Liga Champions 2012-2013 ini.
Untuk mewujudkan ambisi besarnya, PSG harus terlebih dulu menyingkirkan raksasa Eropa lain Barcelona. Kemenangan di Stade Parc des Princes, Rabu (03/04) nanti akan menjadi modal penting PSG.
“Saya memiliki perasaan bagus jelang pertandingan ini, sama seperti sebelum pertarungan melawan Valencia,” ujar Ancelotti.
Tim asuhan Carlo Ancelotti memiliki syarat untuk tidak takut terhadap tamunya, apalagi mereka tampil di kandang sendiri. Dalam 23 laga kandang di kompetisi level Eropa PSG tak pernah kalah.
Parc des Princes merupakan arena angker bagi tiap lawan. Barcelona pernah merasakan keangkeran kandang PSG 18 tahun lalu. Pada perempatfinal Liga Champions 1994-1995, Barça takluk 1-2.
PSG juga memiliki rekor bagus ketika melawan klub asal Spanyol di Parc des Princes. Dari 9 kali duel kontra tim Spanyol PSG mencatat 5 kali menang, 3 kali imbang, dan 1 kali kalah.
"Fase ini penting bagi kami. Kami harus mengerahkan 100 persen kemampuan jika ingin memenanginya," kata Jordi Roura mewakili pelatih Tito Vilanova.
Serupa dengan lawan-lawan Barcelona lain, PSG akan menghadapi seorang pemain yang selalu menjadi momok, Lionel Messi. Tapi, Ancelotti tak mau anak asuhnya hanya fokus kepada Messi.
"Kami tak bisa hanya fokus terhadap satu pemain lawan. Kami tidak bisa fokus kepada lawan tapi melupakan aset yang kami miliki. Taktik permainan kami tak akan berubah," tutur Carletto.
Ancelotti mengungkapkan sudah memiliki bayangan tentang cara menghadapi pasukan Catalan. Kokohnya benteng pertahanan dan serangan balik cepat akan menjadi senjata mematikan PSG.
"Sangat mungkin kami tak akan banyak menguasai bola. Tapi begitu mendapatkan bola saya ingin melakukan serangan dan mencetak gol," ujar Ancelotti.
"Belakangan kami bertahan secara baik dan melakukan serangan balik dengan bagus. Begitupula dengan penguasaan bola," jelas Don Carlo.
Ancelotti beruntung karena sudah bisa memainkan Zlatan Ibrahimovi? menyusul keberhasilan PSG dalam naik banding. Kehadiran Ibra cukup membuat kubu Barça cemas.
"Lawan sangat cepat saat mengalirkan serangan balik dan kuat pada bola-bola atas terutama Zlatan dan Thiago Silva,” ujar Roura.