José Mourinho memiliki keleluasaan dalam memilih komposisi pemain. Dia bisa memilih siapa saja untuk melawan Galatasaray pada leg 1 perempatfinal Liga Champions di Estadio Santiago Bernabeu.
Semua pemain inti Real Madrid dalam kondisi prima. Madrid tak perlu lagi menunggu kondisi Xabi Alonso, Raphaël Varane, dan Fábio Coentrão karena mereka bertiga sudah kembali berlatih.
Satu hal yang pasti, Mourinho belum akan menampilkan Iker Casillas di bawah mistar gawang. Mou menilai kondisi kapten Casillas belum prima 100 persen akibat cedera patah jempol tangan kiri.
The Special One akan memainkan armada terkuatnya melawan Galatasaray demi kemenangan. Akan sulit bagi Madrid jika tak berbekal kemenangan saat melakoni laga tandang ke Turki pekan depan.
“Ini akan sulit, tapi kami harus berusaha meraih hasil positif di kandang. Kami harus berangkat ke Istanbul paling tidak dengan sedikit keunggulan,” kata Mourinho mengenai laga dengan Galatasaray.
Di sentral lapangan, Mou kemungkinan akan memainkan Xabi Alonso dan Sami Khedira sebagai duet jangkar. Mesut Özil akan mendapat bantuan Ángel di María yang akhir pekan kemarin beristirahat.
Madrid harus memenangi laga ini meski akhir-akhir ini mereka mengalami masalah pada ketajaman barisan penyerang. Los Merengues masih mengandalkan Cristiano Ronaldo dalam membuat gol.
Ketajaman Karim Benzema dan Gonzalo Higuaín turun drastis daripada musim lalu. Masalah ini menjadi pekerjaan rumah bagi Mou. “Kenyataannya kami kesulitan mencetak gol,” kata Mourinho.
“Musim lalu kami bisa mencetak tiga gol dari empat peluang. Kini hanya satu pemain yang dapat mempertahankan penampilan, yakni Cristiano,” Mourinho menjelaskan.
Mou memang cemas dengan ketumpulan ujung tombaknya. Apalagi Galatasaray bukan tim sembarangan karena klub berjuluk Cimbom sedang dalam momen kebangkitan.
Gala kini memiliki pemain kelas dunia seperti striker Didier Drogba, gelandang Wesley Sneijder, Hamit Altintop, dan Felipe Melo. Galata juga memunyai Fatih Terim di kursi pelatih tenar.
Permainan yang solid dan kompak menjadi ciri khas Galatasaray di tangan Terim. Bahkan Drogba pun rajin membantu pertahanan. Soliditas membuat lawan sulit untuk menembus Galatasaray.
Dari 18 laga terakhir di kancah Eropa, Galatasaray menang 10 kali dan hanya 2 kali kalah. Galata juga pernah memberi Madrid kesempatan merasakan ketangguhan Galatasaray sekitar 13 tahun lalu.
Saat itu, Real takluk 1-2 pada laga Piala Super Eropa di Santiago Bernabeu. Setahun kemudian, Madrid juga kalah 2-3 saat berkunjung ke Istanbul, perempatfinal Liga Champions, 12 tahun lalu.
Madrid tak boleh meremehkan Galatasaray. “Salah jika berpikir akan mudah mengalahkan Galatasaray,” kata Aitor Karanka, asisten Mourinho, mengingatkan pers dan tentu pemainnya.