9 anggota exco PSSI akan menggelar rapat di Surabaya, Jawa Timur, 09-10 April 2013. 6 anggota lain tidak ikut karena masih menjalani skors saat kongres luar biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013.
Utang 12 miliar rupiah adalah akumulasi dari sejumlah masalah, seperti pembayaran gaji pelatih timnas, pembayaran wasit liga amatir, biaya hotel timnas dan biro perjalanan.
Anggota exco Tony Aprilani beralasan pembentukan tim khusus agar keuangan PSSI lebih terorganisir dengan baik dibandingkan pengelolaan model lama.
"Tim akan bertugas untuk menyelesaikan masalah keuangan agar tidak acak-acakan seperti kemarin. Untuk menyelesaikan masalah utang piutang tidak mudah," kata Tony, Senin (08/04/13).
Tony menggambarkan soal tunggakan gaji pelatih. Selain ketiadaan dana, cara pembayaran makin susah karena posisi pelatih berganti-ganti.
Tony mengaku belum menerima hasil audit secara lengkap utang PSSI. Saat rapat exco, bendahara akan memaparkan kondisi keuangan terkini, sehingga lebih terbuka.
Untuk membayar utang, PSSI mendapat Rp3 miliar bersih dari penjualan tiket partai Indonesia melawan Arab Saudi. Beberapa pengurus berjanji akan menutupi kekurangannya.
Djohar v La Nyalla
Rencana beberapa anggota komite eksekutif (exco) PSSI untuk menggusur Isran Noor dari kursi ketua BTN mendapat perlawanan dari ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin.
Rumor penggusuran Isran dari BTN adlaah salah satu poin dalam rencana perombakan manajemen PSSI saat rapat exco di Surabaya.
Namun ketua umum PSSI Djohar Arifin, Senin siang, menegaskan keberadaan Isran masih penting di BTN, “Pembicaraan kita belum sampai ke situ, Pak Isran Noor masih dibutuhkan.”
Pernyataan Djohar sebagai tanggapan atas komentar wakil ketua umum PSSI La Nyalla Mattalitti yang meminta Isran tidak berada di lingkungan BTN.
"Isran Noor itu tidak mengerti bola. Kalau mengerti dia tidak akan banyak omong soal internal BTN. Apapun keributan di internal tidak boleh diungkap keluar,” sindir La Nyalla.