Keunggulan 3-0 di leg pertama belum memberi jaminan bagi Real Madrid lolos ke semifinal Liga Champions. Laga leg 2 kontra Galatasaray, Rabu (10/04/13) dini hari WIB tetap akan berjalan ketat.
“Kami serius bersiap hadapi pertandingan sulit. Kami sering lihat tim menang kandang 3-0 dan kalah 0-3 saat tandang. Sepakbola tetap sepakbola. Bahkan 3-0 tak jadi jaminan,” ujar José Mourinho.
Pada pertandingan di Istanbul Madrid tak bisa memainkan Sergio Ramos dan Xabi Alonso yang menjalani hukuman karena akumulasi kartu kuning.
Beruntung bagi Madrid karena Galatasaray pun tak bisa memainkan penyerang andalan mereka Burak Yilmaz juga karena akumulasi kartu kuning.
“Pertandingan nanti akan menjadi pertarungan taktik. Saya melihat Galatasaray kemungkinan akan tampil berbeda. Pemain saya harus bisa merespons,” Mourinho menerangkan.
Tim tamu sudah seharusnya mewaspadai tuan rumah yang mendapat sokongan dari suporter mereka yang ganas. Posisi Galatasaray yang tertinggal 0-3 juga membuat mereka tak terbebani.
"Kami akan bermain menghibur para fans kami. Hasil akhir tak begitu penting. Target Galatasaray tak pernah berubah. Kami akan coba raih target dengan atau tanpa saya," kata Fatih Terim, arsitek Gala.
Aslanlar sadar sulit meladeni Madrid apalagi merebut tiket ke semifinal yang separuhnya sudah di tangan pasukan Mourinho. Apalagi Madrid seakan senang main di depan publik lawan yang gahar.
Di bawah era Mourinho Madrid selalu mencetak gol dalam 16 laga tandang dan hanya kalah 2 kali.
“Saya tahu atmosfer stadion akan panas. Tapi kami menyenangi itu. Pemain sepakbola akan menikmati bermain dalam sebuah atmosfer hebat,” kata Mourinho.
Los Blancos datang ke Istanbul dengan membawa kesempatan menambah koleksi kemenangan di ajang Liga Champions di bawah asuhan Mourinho.
Dalam 3 musim terakhir Madrid di bawah Mou sudah melakoni 33 laga di Liga Champions dengan 23 kemenangan, 7 imbang, dan 3 kalah. Madrid unggul atas Barcelona yang mencatat 22 kemenangan.
Mourinho pun memiliki catatan gemilang dengan selalu menang alis 100% dalam laga perempatfinal Liga Champions. Sejak saat melatih FC Porto, Chelsea, Internazionale Milano, dan Madrid.