Kamis (18/04/13), BTN akan menggelar rapat untuk membahas pelatih Indonesia. Hasil rapat BTN kemungkinan bisa menjadi jawaban atas polemik pelatih tim senior Garuda.
"Ya, kami pastikan BTN tidak akan menunjuk Alfred Riedl ataupun Blanco sebagai pelatih," kata La Nyalla Mahmud Mattalitti menjelang rapat BTN, Kamis (18/04/13).
Pernyataan La Nyalla dapat dipercaya karena La Nyalla tercatat sebagai ketua BTN dan wakil ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Hingga Kamis (18/04/13) siang, situs Badan Sepakbola Dunia (FIFA) masih mencatat Nil Maizar sebagai pelatih Indonesia. Padahal PSSI sudah memecat Nil dan menggangkat Luis Blanco.
FIFA juga belum mencatat nama La Nyalla sebagai wakil ketua umum PSSI. FIFA masih mengakui Farid Rahman sebagai wakil ketua umum.
Padahal salah satu hasil rapat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013 adalah mengangkat La Nyalla sebagai wakil ketua umum. Serta men-skorsing Farid Rahman dari anggota exco.
Nama Nil tercoret beberapa saat usai Indonesia kalah 0-1 di Irak pada duel perdana kualifikasi grup Piala Asia 2015, 06 Februari 2013. Padahal kinerja Nil tidak terlalu buruk dengan keterbatasan pemain.
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menegaskan penunjukan Luis Blanco sebagai apresiasi pertemuan Presiden SBY dan Presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner di Jakarta, 17 Januari 2013.
Penunjukan Luis Blanco terjadi saat Isran Noor menjabat ketua BTN. Kehadiran Luis Blanco tidak mendapat tempat di hati beberapa anggota komite eksekutif (exco) PSSI.
Polemik mempanas dengan kehadiran Rahmad Darmawan saat memimpin latihan menjelang duel melawan Arab Saudi. Luis Blanco ngotot melawan dengan tetap melatih jelang duel versus Arab Saudi.
Luis Blanco makin terpojok karena Rahmad Darmawan bersama Jacksen Ferreira Tiago yang memimpin Indonesia saat kalah dari Arab Saudi, 24 Maret 2013, di kualfikasi Piala Asia 2015.
Luis Blanco belum pernah memimpin Merah Putih dalam sebuah pertandingan resmi. Pemecatan Isran Noor dari ketua BTN menegaskan Luis Blanco tidak pernah tercatat sebagai pelatih Indonesia.
‘Kudeta’ La Nyalla terhadap Isran di BTN terjadi usai rapat anggota exco PSSI di Surabaya, Jawa Timur, 09 April 2013. Rapat exco pula yang memunculkan kabar Riedl kembali ke Tanah Air.
Ketua umum PSSI Djohar Arifin menolak alasan La Nyalla dan tiga anggota exco bahwa Riedl sempat melahirkan semangat dan harapan baru seperti Piala AFF 2010.
Djohar bersikeras untuk tetap mempertahankan Blanco, meski tidak mendapat tempat di hati beberapa anggota exco lain.
"Kami harus mengambil jalan tengah dengan tidak menunjuk keduanya," tegas La Nyalla seolah tak ingin memperpanjang perdebatan.
Penentuan pelatih menjadi keputusan bersama komite teknik dengan beberapa anggota exco dan sejumlah pelatih senior lokal.