Hari jadi ke-83, Jumat (19/04/13), seolah melahirkan PSSI baru. Setelah konflik padam, pengurus – yang terbentuk setelah kompromi pada Kongres Luar Biasa 17 Maret 2013 – mendayukan doa.
PSSI berharap, Indonesia bisa mulai belajar bicara lagi di lapangan internasional. Tim nasional senior baru saja meloloskan pelatih dari Brasil, negara penyelenggara Piala Dunia 2014, Jacksen F Thiago.
Masih melatih Persipura Jayapura, Jacksen bertugas untuk qualifikasi Piala Asia 2015. Apakah dia lebih tinggi daripada Rahmad Darmawan dan Aji Santoso yang sama pernah melatih tim senior?
Lalu apa beda Badan Tim Nasional dan penanggungjawab tim nasional atau bahkan Direktur Teknik? Benarkah berbagai keputusan, termasuk mengubah jadwal kompetisi profesional, demi tim Garuda?
Semua pengurus di Senayan mengajukan banyak rumusan untuk mengelola tim nasional. Simak saja betapa rumit kehadiran BTN dan sirkulasi pelatih antara tim senior dan U23 untuk SEA Games 2013.
Kapan Indonesia naik ke pentas dunia? Andai 83 tahun lalu telegraf lebih ngebut daripada internet, FIFA mungkin menduga PSSI ingin ikut Piala Dunia 1930 sebelum Hindia-Belanda nongol pada 1938.
Dengan mengangkat hormat pada Soeratin Sosrosoegondo dan kawan-kawan hingga kepemimpinan pria mulitalenta Maladi, PSSI baru bergabung FIFA pada 1952. Apa saja catatan kerja para penerus?
Terlalu banyak kata seru keluar dari mulut para komentator televisi dan radio untuk menceritakan perjuangan tim nasional di banyak area. Tapi sayup-sayup penonton tak lagi punya memori juara.
Keping emas terakhir dari kompetisi resmi sudah tersimpan selama lebih dari 22 tahun. SEA Games 1991 kini hampir setara dengan kisah Olimpik Melbourne 1956 yang terus jadi kenangan kian kabur.
Dalam usia 83, PSSI baru lahir. Maklumi kalau ia lebih banyak diam tak bergerak. Tersenyum saja bila ia lebih sering menangis atau berteriak. Masih lama untuk menunggu ia merangkak dan melonjak!
Di luar rumah PSSI, penggemar tetap asyik main bal-balan. Tapi masyarakat sudah lama bosan – 83 tahun – bila pengurus secara berlebihan ikut mencoba bal-balan hingga menjadi hanya bual-bualan.