Rayakan Usia 41 Tahun

Rivaldo Masih Ingin Main

Jumat, 19 April 2013 14:53 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Pertengahan April 2013 menjadi momen buruk bagi Rivaldo, legenda Brasil. Minggu (14/04/13) lalu, klubnya degradasi dari Divisi 1 liga negara bagian Paulista setelah imbang 1-1 dengan Penapolense.

“Saya sangat sedih karena São Caetano relegasi. Untuk pertama kali, saya mengalami hal seperti ini,” tulis Rivaldo melalui Twitter setelah tim memainkan pertandingan ke-18 dari 19 jadwal Liga Paulista.

Kekecewaan bertambah berat setelah São Caetano tersingkir dari Copa do Brasil. Rivaldo dan rekan kalah adu penalti dengan Arapongas pada putaran pertama Piala Brasil, Kamis (18/04/13) kemarin.

Sehari setelah Copa, Rivaldo seharusnya punya alasan untuk kembali senang. Jumat (19/04/13), pria kelahiran Paulista, kota di negara bagian Pernambuco dan bukan di São Paulo, berusia 41 tahun.

Kisah pria bernama lengkap Rivaldo Vítor Borba Ferreira berputar unik. Memulai karier di negara bagian Pernambuco, Rivaldo mencuri perhatian saat main di provinsi São Paulo untuk Mogi Mirim.

22 Tahun Karier

Hampir 20 tahun kemudian, Rivaldo kembali untuk membeli Mogi Mirim sebagai presiden klub. Tapi tim Divisi 3 malah meminjamkan Sang Presiden selama setengah musim ke São Paulo di Divisi 1.

Darah petualang masih menggelegak. Dari São Paulo, Rivaldo menjelajah hingga ke Angola di Afrika. Dalam usia 40, dia mencetak 11 gol dan pernah membuat hat-trick sebelum pulang kampung lagi.

Rivaldo gagal mempertahankan São Caetano di Divisi 1 Paulista dan Copa do Brasil. Tapi dia bertekad untuk menerbangkan kembali klub berjuluk Burung Biru promosi ke Divisi 1 Liga Nasional Brasil.

“Saya sudah mengalami sukses di sepakbola. Karena itu, saya tak akan membiarkan diri terpuruk. Saya akan terus berjuang,” tegas pemain yang membela 15 klub di 6 negara selama 22 tahun karier.

Dari banyak klub, Rivaldo mencapai puncak kejayaan dan ketenaran semasa membela Barcelona. Dari Deportivo La Coruña, pemakai nomor 10 pindah menjelma bintang penting di Liga Spanyol.

Kegemilangan bersama Barça berlanjut di tim nasional Brasil. Rivaldo membentuk trio R cemerlang bersama Ronaldo dan Ronaldinho yang mendominasi pentas Piala Dunia 2002 dengan gelar juara.

Sepulang dari Korea-Jepang, Rivaldo tidak kembali ke Barcelona tapi pindah ke AC Milan. Dengan seragam Rossoneri, sosok 186 cm menjuarai Liga Champions dan Piala Super Eropa saat berusia 30.

Penonton di Eropa menduga Rivaldo telah menuruni perjalanan karier. Tapi selama 10 tahun sejak berpisah dari Milan, dia singgah di Yunani, Uzbekistan, Angola, hingga masih main di São Caetano!