Sambil berterima kasih kepada PSSI dan BTN, Luis Blanco yang asal Argentina menyatakan tidak tertarik dengan tawaran melatih tim junior Indonesia.
"Saya tidak bisa menerima apapun yang ditawarkan. Saya hanya mendengar kabar jadi pelatih U-19. Saya berterima kasih atas tawarannya, tapi saya tidak bisa menerima,'' kata Blanco di Jakarta, Senin (22/04/13).
Luis Blanco menegaskan kedatangannya ke Indonesia hanya untuk melatih tim senior. Luis Blanco mengaku masih terikat kontrak dua tahun bersama BTN saat di bawah kepemimpinan ketua Isran Noor.
"Saya datang ke BTN dikontrak dan ditandatangani oleh Isran Noor sebagai ketua BTN selama dua tahun untuk melatih tim senior. Oleh sebab itu, saya tidak mau melangkah sebelum dia," tegas Luis.
"Saya ke sini untuk melatih senior. Saya lebih baik melatih senior atau tidak melatih kategori apapun. Saya akan berkoordinasi dulu dengan Isran. Saya cuma ingin memajukan sepakbola, bukan politik.”
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin menunjuk Luis Blanco sebagai pelatih senior untuk menggantikan Nil Maizar. Nil tercoret tak berapa lama usai Indonesia kalah 0-1 di Irak pada qualifikasi Piala Asia 2015.
Sempat memimpin beberapa kali latihan, kiprah Luis Blanco bersama Merah Putih senior tidak terjadi. Menjelang duel kontra Arab Saudi, 23 Maret 2013, muncul duet Rahmad Darmawan dan Jacksen Tiago.
Masa depan Blanco terjawab dari rapat komite eksekutif PSSI di Surabaya, Jawa Timur, 09 April 2013. Rapat memutuskan La Nyalla Mattalitti jadi ketua BTN menggusur Isran Noor.
Minggu lalu, badan tim nasional lewat La Nyalla memutuskan menunjuk Jacksen F Thiago sebagai pelatih senior selama qualifikasi Piala Asia 2015.