Pemukulan Wasit

Pemain Indonesia Mendunia

Rabu, 24 April 2013 16:01 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
 Copyright:

Aksi Luis Suárez mengigit Branislav Ivanovic dalam laga Liverpool melawan Chelsea di ajang Premier League, Minggu (21/04/13) menjadi sorotan media internasional.

Lepas dari Suárez muncul nama yang asing bagi publik sepakbola Eropa, tapi tidak bagi pemerhati sepakbola Tanah Air. Nama Pieter Rumaropen mendadak mencuat di pemberitaan internasional.

Pemain Persiwa Wamena ini muncul di media internasional seperti Reuters. The Sun, dan Guardian. Kebanyakan mereka menyertakan potongan rekaman aksi Pieter di atas lapangan.

Sayang pemberitaan yang ada tak membawa kebanggaan bagi Indonesia, justru mencoreng citra sepakbola Tanah Air yang selama ini sudah karut-marut dengan segala permasalahan.

Nama Rumaropen muncul terkait dengan aksi brutalnya dalam pertandingan kontra Pelita Bandung Raya, Minggu (21/4). Rumaropen memukul wasit Muhaimin hingga bersimbah darah.

Aksi pemukulan adalah buntut keputusan Muhaimin memberi penalti bagi Pelita. Rumaropen langsung mendekati wasit dan melayangkan bogem mentah dari belakang ke arah wajah Muhaimin.

Amarah Rumaropen tak berhenti meski sudah melukai wasit. Dia bisa saja melajutkan aksi penganiayaan jika pemain Persiwa lain tak menahannya.

Meski sudah mendapat perawatan, Muhaimin tak mampu melajutkan tugasnya, wasit pengganti Tabrani pun bertugas. Mengganjar kartu merah Rumaropen menjadi tugas pertama Tabrani.

Komisi Disiplin PSSI melalui ketuanya Hinca Panjaitan menegaskan pihaknya akan bertindak keras terkait kelakuan Rumaropen dan pemain terancam hukuman berat.

Komdis PSSI memenuhi janjinya dengan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Rumaropen. Komdis memberi kesempatan kepadanya banding dalam 2 pakan ini.