Sewa Pengacara Elza Syarief

Blanco Lawan La Nyalla

Rabu, 1 Mei 2013 12:58 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Elza Syarief mengaku sudah mendapat kepercayaan dari Luis Blanco. Luis Blanco berkeyakinan pencopotannya tidak mematuhi isi kontrak.

??"Pencopotan Blanco jelas menabrak aturan. Blanco adalah pelatih yang menjadi kesepakatan antara Indonesia dan Argentina," kata Elza Syarief, Rabu (01/05/13).

Elsa menyatakan tindakan La Nyalla melengserkan Luis Blanco dari jabatan pelatih Indonesia telah merusak reputasi Blanco. Bahkan pelatih asal Argentina mengalami stres.

"Akibat keputusan La Nyalla, reputasi Blanco menjadi rusak. Blanco stres akibat tindakan tidak terpuji tersebut,” Elza menegaskan.

Sebagai langkah awal, kubu Luis Manuel Blanco yang pernah melatih tim U-20 China akan mengirim somasi ke PSSI selaku induk badan tim nasional (BTN).

"BTN merupakan struktur di dalam PSSI. Jadi yang kami perkarakan lebih awal harus PSSI,” ungkap Elsa.

BTN lewat ketua Isran Noor mengangkat Luis Blanco jadi pelatih Indonesia. Begitu La Nyalla menggusur Isran dari kursi ketua BTN lewat rapat komite eksekutif PSSI, Luis Blanco juga tersingkir.

Djohar Disomasi

14 pengurus provinsi (pengprov) PSSI  mengambil tindakan hukum dengan mensomasi ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin.

Ke-14 pengprov melakukan perlawanan karena keberadaan mereka dibekukan, meski proses pengangkatan telah sesuai mekanisme yang ada. Bahkan Djohar yang melantik 14 pengprov tersebut.

Beberapa pengprov yang berontak adalah Sumut, Sumbar, Riau, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Para pengprov menunjuk dua pengacara, yakni Rufinus Hutauruk dan Elza Syarief.

"Kami kembali karena Djohar Arifin dan pengurus PSSI melenceng dari aturan. Kami berusaha kritis untuk meluruskan. PSSI makin sewenang-wenang," kata wakil ketua Pengprov Jatim Ahmad Taufik, Selasa (30/05/13).

Mereka tetap membuka upaya kekeluargaan, sebelum membawa ke jalur hukum. Elza Syarief juga menegaskan Menpora Roy Suryo juga harus bertanggung jawab.

Awalnya ada 18 pengprov yang menuntut hak saat KLB PSSI 17 Maret lalu, namun masalah pengprov di Jambi dan Riau sudah tuntas, sedang Yogyakarta dan Sumsel masih caretaker.

Taufik menegaskan setelah KLB ternyata Djohar Arifin malah mengingkari janji. PSSI malah mengeluarkan SK pembekuan atau pemecatan pengprov PSSI hasil Musorprovlub per 11 April 2013.