Luis Blanco, beberapa hari lalu, menggugat PSSI karena mencopotnya dari jabatan pelatih Indonesia. Untuk melawan PSSI, pelatih asal Argentina menyewa pengacara Elza Syarif.
“Menurut saya sah-sah saja kalau Blanco mau menggugat dan mensomasi PSSI. Kalau mau melakukan itu, pasti kami lawan," kata Tony Aprilani.
Tak hanya mencopot, PSSI memberi kursi pelatih usia 19 tahun, namun Luis Blanco menolak. Blanco yang mengaku pernah melatih U-20 China tetap menginginkan jabatan pelatih senior sesuai kontrak.
PSSI melalui badan tim nasional (BTN) menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih utama pada 07 Februari 2013. Pengumuman nama Blanco langsung dari ketua BTN Isran Noor.
Rapat exco PSSI di Surabaya, awal April 2013, menunjuk La Nyalla Matallitti sebagai ketua BTN menggeser Isran Noor. Seiring waktu Luis Blanco juga terdepak.
“Kalau kami lihat kontrak saat BTN diketuai Isran Noor ternyata tidak ditulis di situ untuk melatih tim senior. Rapat exco menugaskan BTN untuk evaluasi kompetensi Blanco," jelas Tony Aprilani.
BTN berasalan pemecatan Blanco sangat wajar karena Blanco tidak datang pada saat pemaparan program untuk tim nasional senior.
"Kami dua kali memanggil Blanco untuk memaparkan programnya, tetapi tidak datang. Seharusnya dia bisa memaparkan sebelum BTN menetapkan Jacksen F Tiago. Yang lain datang, dia tidak,” ungkap Tony.
Sebagai pengganti Blanco, BTN memilih Jacksen F Tiago. Namun Jacksen hanya bertugas selama qualifikasi Piala Asia 2015 dengan opsi perpanjangan kontrak tergantung kinerja.
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin pernah mengatakan penunjukan Blanco sebagai perpanjangan pertemuan Presiden SBY dengan Presiden Argentina Cristina Fernandez di Jakarta, 17 Januari 2013.