Hingga sebulan usai kesepakatan yang tercapai antara APPI, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), serta dua operator kompetisi (PT Liga Indonesia dan PT Liga Prima), pembayaran gaji tak terealisasi.
Kesepakatan yang tercapai memerintahkan PT Liga Indonesia (operator Liga Super) dan PT Liga Prima (penyelenggara Liga Primer) membuat laporan berkala soal proses pelunasan tersebut setiap bulan.
Tak pernah menerima perkembangan soal pelunasan gaji memaksa APPI akan melapor ke FIFPro.
“Kami harus mengambil langkah selanjutnya dengan melapor ke FIFPro soal penunggakan gaji agar tahu apa langkah selanjutnya yang harus kami lakukan," kata CEO APPI Valentino Simanjuntak, Jumat (10/05/13).
Valentino memastikan beberapa pemain telah bersiap menempuh jalur hukum sambil menunggu perkembangan masalah pembayaran dan penunggakan gaji.